Harga Bitcoin kembali menarik perhatian setelah berhasil menembus support psikologis di level $91.000 atau sekitar Rp1,5 miliar pada hari Rabu menjelang libur Thanksgiving. Setelah dua pekan penuh tekanan jual yang menekan harga, aset digital terbesar ini mulai menunjukkan sinyal pemulihan, melonjak sekitar 15% dari titik terendahnya di bulan November.
Saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran $91.010, mencatat kenaikan harian 4,07%. Meskipun sempat menyentuh rekor tertinggi di kuartal kedua dan ketiga tahun ini, BTC masih berada sekitar 28% di bawah puncaknya. Sementara itu, altcoin seperti Ethereum juga mengalami tekanan yang cukup besar dalam beberapa minggu terakhir, tetapi tekanan eksternal tampaknya mulai mereda.
Aliran Dana Masuk Kembali ke Bitcoin ETF
Setelah mengalami periode panjang arus keluar dana, produk ETF berbasis Bitcoin mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Dalam dua hari berturut-turut, investor kembali menaruh kepercayaan mereka pada instrumen ETF ini.
Pada 25 November, spot Bitcoin ETF mencatat total arus masuk bersih sebesar $128,70 juta atau sekitar Rp2,14 triliun. Kemudian pada 26 November, tambahan $21,12 juta atau sekitar Rp351 miliar kembali mengalir masuk, meskipun dana FBTC milik Fidelity sempat mengalami arus keluar kecil.

FBTC milik Fidelity memicu kebangkitan ini dengan mencatat arus masuk segar senilai $170,8 juta atau sekitar Rp2,84 triliun, sementara IBIT milik BlackRock menyusul dengan masing-masing $83 juta dan $42 juta dalam dua hari. Total arus masuk ke seluruh spot ETF Bitcoin kini telah melampaui $58 miliar (sekitar Rp965 triliun), dengan volume perdagangan harian mencapai $4,89 miliar atau sekitar Rp81,3 triliun.
Hari Selasa lalu menjadi hari dengan aliran dana gabungan terkuat dalam lebih dari sepekan, mencakup ETF berbasis Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor mulai pulih di pasar ETF crypto.
Kenaikan harga cryptocurrency terbaik ini yang mencapai lebih dari 15% dalam beberapa hari terakhir telah memicu optimisme baru di kalangan analis dan pelaku pasar. Setelah menembus kembali level support Rp1,5 miliar, banyak trader mulai mengincar target psikologis berikutnya di angka Rp1,66 miliar atau setara dengan $100.000.

Momentum ini mendapat dorongan tambahan dari laporan lembaga riset seperti Matrixport yang memprediksi potensi kenaikan harga BTC dalam jangka pendek jika tren pemulihan ETF berlanjut.
Indikator teknikal juga memperkuat pandangan bullish ini. RSI (Relative Strength Index) saat ini masih berada di zona netral, memberi ruang bagi pergerakan naik tanpa sinyal overbought. Selain itu, pola candlestick bullish engulfing yang terbentuk dalam time frame harian menandakan potensi reversal kuat dari tren bearish sebelumnya.
Namun, sejumlah analis tetap mengingatkan tentang kemungkinan koreksi jangka pendek. Volume perdagangan meskipun naik, masih lebih rendah dibandingkan saat BTC menyentuh level tertinggi sebelumnya. Investor juga disarankan untuk memperhatikan sinyal dari The Fed, terutama terkait kebijakan suku bunga di akhir tahun, yang dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko seperti crypto.
Jika BTC berhasil mempertahankan posisi di atas Rp1,51 miliar dalam beberapa hari ke depan, peluang untuk mencapai Rp1,66 miliar akan semakin terbuka. Kenaikan ke level tersebut akan menandai pencapaian psikologis baru dan bisa menjadi sinyal awal dari dimulainya fase bullish yang lebih luas.
Bitcoin Hyper Jadi Perhatian: Token Layer-2 Bitcoin Ini Kumpulkan $28,5 Juta
Di tengah pemulihan pasar dan ekspektasi bahwa Bitcoin akan segera kembali ke level psikologis Rp1,66 miliar, para investor mulai mencari peluang yang masih undervalued. Salah satu proyek yang belakangan menarik banyak perhatian adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), sebuah Layer-2 yang dibangun di atas Solana Virtual Machine untuk mendukung ekosistem Bitcoin yang lebih cepat, scalable, dan murah.

Dengan pendekatan rollup berbasis SVM, Bitcoin Hyper menawarkan transaksi instan, biaya rendah, dan konektivitas lintas-chain melalui canonical bridge. Hal ini membuatnya menjadi salah satu solusi teknis paling canggih untuk mengatasi keterbatasan jaringan Bitcoin, khususnya dalam hal skalabilitas dan penggunaan DeFi.
Saat ini, proyek ini sedang dalam tahap presale dan telah mengumpulkan dana sebesar $28,5 juta atau sekitar Rp475 miliar dengan harga token $HYPER sebesar $0.013335. Pertumbuhan ini mencerminkan antusiasme investor terhadap narasi Layer-2 yang terintegrasi langsung dengan Bitcoin. Banyak analis meyakini bahwa infrastruktur seperti Bitcoin Hyper akan menjadi tulang punggung fase berikutnya dalam evolusi jaringan Bitcoin.

Dengan roadmap yang mencakup peluncuran mainnet, staking rewards, dan integrasi DEX, Bitcoin Hyper berpotensi menjadi pemain besar berikutnya di sektor Layer-2. Apabila Bitcoin kembali ke puncaknya, proyek seperti ini bisa menjadi salah satu yang paling diuntungkan dari lonjakan aktivitas jaringan.
Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak tentang prediksi harga Bitcoin Hyper, dan cara beli Bitcoin Hyper, atau menjelajahi ekosistemnya lebih lanjut, kunjungi situs resmi mereka. Jangan lupa ikuti akun X (Twitter) resmi mereka, atau gabung ke grup Telegram komunitas untuk update harian dan diskusi langsung.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
