Penerapan regulasi baru bertajuk Stablecoin Ordinance di Hong Kong langsung menarik perhatian luas dari pelaku industri keuangan dan teknologi global. Tercatat sebanyak 77 perusahaan telah menyatakan niatnya untuk mengajukan lisensi stablecoin, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap ekosistem aset digital yang diatur secara resmi. Namun, otoritas setempat memperingatkan bahwa jumlah lisensi yang akan disetujui pada tahap awal masih terbatas.
🪙 HKMA’s Stablecoin Regime Attracts 77 Inquiries, #Limited Early Licenses Raise Stakes
Hong Kong’s HKMA begins meetings with 77 potential stablecoin licence applicants, setting a possible regional precedent in regulatory design. #crypto pic.twitter.com/4HpjSbvnDh
— CryptOpus (@ImCryptOpus) September 1, 2025
Minat Tinggi dari Perusahaan Global
Hong Kong Monetary Authority (HKMA) melaporkan bahwa hingga akhir Agustus 2025, mereka telah menerima pernyataan minat dari 77 institusi, mencakup berbagai sektor mulai dari bank, perusahaan teknologi, firma investasi, platform e-commerce, penyedia pembayaran, hingga startup Web3.
Meskipun jumlah tersebut mencerminkan minat yang besar dari industri, HKMA menegaskan bahwa pernyataan minat bukan berarti persetujuan otomatis dari regulator. Setiap perusahaan tetap harus memenuhi standar compliance yang ketat serta sistem manajemen risiko yang telah ditetapkan oleh regulator Hong Kong.
Pertemuan Awal Tanpa Jaminan Persetujuan
Beberapa institusi dilaporkan sudah mengadakan diskusi awal bersama HKMA untuk menilai kesiapan proyek stablecoin mereka sebelum mengajukan aplikasi resmi. Regulator juga mengingatkan investor agar tetap waspada terhadap promosi stablecoin ilegal yang tidak memiliki izin resmi.
HKMA membuka pendaftaran secara berkelanjutan dan mendorong perusahaan yang ingin masuk dalam gelombang evaluasi awal untuk mengajukan aplikasi resmi sebelum tanggal 30 September 2025.
Bank of China Hong Kong Tunjukkan Ketertarikan
Regulasi ini langsung memberikan pengaruh terhadap pasar saham. Saham Bank of China Hong Kong (BOCHK, kode saham: 2388.HK) sempat melonjak lebih dari 7% dan menyentuh rekor tertinggi di level HK$38,2 (sekitar Rp83.998) karena spekulasi bahwa mereka sedang bersiap mengajukan lisensi stablecoin. Namun, harga saham tersebut akhirnya ditutup di HK$37,58 (sekitar Rp82.651) dan kembali turun ke HK$37,06 (sekitar Rp81.429), atau mengalami penurunan 1,38%.
🚨 BREAKING 🚨
🇨🇳 Bank of China (Hong Kong) surged over 7% today after announcing plans to apply for a stablecoin issuer license.
POWER OF #RWA 🔥 pic.twitter.com/FSN4gNDegB
— Real World Asset Watchlist (@RWAwatchlist_) September 1, 2025
Pelaku industri menyebut bahwa apabila disetujui, BOCHK dapat memegang peranan penting terutama jika mengembangkan stablecoin yang dipatok ke yuan offshore Tiongkok. Langkah tersebut berpotensi mempercepat upaya internasionalisasi mata uang yuan dalam ekosistem keuangan digital.
Meski pihak BOCHK belum memberikan konfirmasi publik, dokumen keuangan terbaru mereka mengungkapkan bahwa bank tersebut masih terus melakukan penelitian terhadap aset digital, aplikasi mata uang digital, serta kerangka manajemen risiko yang mendukung pengembangan sektor fintech dan aset virtual di Hong Kong.
Era Baru Dorongan Aset Virtual di Hong Kong
Framework regulasi stablecoin di Hong Kong yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2025 menandai babak baru dalam ambisi wilayah ini untuk menjadi pusat global bagi aset digital yang teregulasi. Dengan partisipasi dari institusi besar serta pengawasan yang progresif namun hati-hati, Hong Kong mulai memposisikan diri sebagai tempat uji coba masa depan keuangan berbasis token dan tokenized finance.
