Menjelang peluncurannya yang tinggal hitungan hari, Snorter Token mulai menarik perhatian sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menjadi crypto yang akan meledak selanjutnya.
Token ini dibangun di atas jaringan Solana dan sudah berhasil mengumpulkan lebih dari $5,3 juta atau sekitar Rp88,26 miliar dari hasil presale. Popularitasnya meroket di berbagai kanal seperti Telegram, YouTube, dan forum crypto besar.
Snorter mengandalkan bot asli berbasis Telegram yang memungkinkan pengguna melakukan sniping meme coin, copy trading, dan memantau portofolio hanya melalui tampilan chat yang simpel.
Kinerja cepat dan biaya transaksi rendah di jaringan Solana menjadikan Snorter lebih unggul dibandingkan bot lama yang masih menggunakan jaringan Ethereum yang cenderung lambat dan mahal.
Bitcoin dan Ethereum Masih Kuat, Tapi Proyek Low-Cap Mulai Jadi Sorotan
Bitcoin sempat merosot tajam setelah perang dagang yang terjadi antara Amerika dengan China. Bitcoin terus bertahan di atas level $108.000 atau sekitar Rp1,79 miliar, sementara Ethereum mengkonsolidasikan harga di sekitar $3.860. Fokus pasar mulai bergeser ke proyek-proyek kecil dengan potensi pertumbuhan tinggi di kuartal terakhir tahun ini.

Investor institusional memang masih terus menaruh minat pada aset utama, tapi trader ritel kini aktif menyisir Telegram, X, dan situs pelacak presale untuk mencari crypto selanjutnya yang punya potensi meledak.
Potensi breakout di siklus kali ini kemungkinan akan datang dari token dengan fungsi nyata, khususnya yang mendukung automasi atau alat bantu trading.
Snorter Token menjadi salah satu yang menonjol berkat performanya yang solid. Dengan presale yang telah mengumpulkan lebih dari Rp88,26 miliar, proyek ini jadi sorotan menjelang peluncuran resminya pada 27 Oktober.
Gelombang Baru Token Explosive Dipicu Trading Bot
Momentum di balik tren trading bot Telegram terus membesar sepanjang tahun 2025. Proyek seperti Banana Gun dan Maestro sudah membuktikan nilai strategis dari automasi sniping, menghasilkan volume on-chain besar dan imbal hasil signifikan bagi para pengguna awal.

Snorter kini mengambil posisi sentral dalam tren tersebut. Bot-nya sudah mengimplementasikan berbagai fitur baru seperti copy trading, deteksi rug pull, dan sistem routing order yang lebih cerdas.
Snorter mengklaim posisi sebagai trading stack Telegram pertama yang lengkap. Pengguna bisa melakukan segala aktivitas dari swap token hingga pengaturan strategi sniping langsung dalam aplikasi tanpa perlu keluar ke platform lain.
Presale koin micin ini secara resmi akan berakhir pada tanggal 27 Oktober, dan dalam beberapa hari terakhir menjelang tenggat, antusiasme pembelian semakin meningkat. Dengan harga listing yang telah ditetapkan sebesar $0.1083 atau sekitar Rp1.802 per token, investor masih memiliki kesempatan untuk mengamankan token ini sebelum dirilis di DEXTools dan Uniswap.
Selama fase presale, fitur staking juga sudah aktif. Artinya, peserta bisa langsung mulai mendapatkan penghasilan pasif bahkan sebelum token resmi diluncurkan. Setelah peluncuran, pemegang token Snorter akan menerima berbagai keuntungan seperti diskon biaya transaksi, akses eksklusif ke fitur bot, serta airdrop tambahan. Insentif-insentif ini mendorong komitmen jangka panjang dari para pengguna awal.
Analis Prediksi Potensi Naik Signifikan
Beberapa analis crypto ternama telah mengeluarkan proyeksi positif terhadap performa Snorter token. Banyak yang memperkirakan token ini bisa mencapai harga $1 pada akhir tahun 2025, dengan potensi tertinggi menyentuh kisaran $3–$4 pada 2030.
Salah satu analis populer bernama Crypto Gains menyebut Snorter sebagai salah satu cryptocurrency terbaik di bawah harga $1 untuk memasuki fase bull market berikutnya, berkat utilitas tinggi dan valuasinya yang masih rendah.
Kombinasi antara transparansi presale, pengembangan utilitas berkelanjutan, dan kecepatan khas Solana menjadikan Snorter menonjol di antara deretan meme coin lain yang hanya mengandalkan hype.
Apakah Snorter Akan Jadi Crypto Berikutnya yang Meledak?
Snorter menjadi salah satu proyek crypto yang paling banyak diperhatikan menjelang kuartal akhir 2025. Kombinasi antara fitur nyata, momentum sebelum peluncuran, dan permintaan yang tinggi di kalangan pengguna Telegram menempatkan token ini dalam posisi strategis untuk lonjakan besar saat perdagangan dimulai.
Presale yang sukses, termasuk pengumpulan dana sebesar $175.000 atau sekitar Rp2,9 miliar hanya dalam 24 jam pertama, dan lebih dari $5,3 juta hingga saat ini, menjadikan Snorter sebagai salah satu presale meme coin terpopuler tahun ini.

Dengan listing hanya tinggal hitungan hari, pertanyaannya bukan lagi soal apakah Snorter bisa naik, melainkan seberapa tinggi lonjakannya setelah token tersedia di bursa. Untuk Anda yang ingin bergabung lebih awal sebelum hype makin besar, panduan cara beli Snorter Token dapat ditemukan di situs resmi proyek.
Ikuti juga perkembangan terkini lewat akun X (Twitter) resmi Snorter dan komunitas mereka di Telegram agar tidak tertinggal update seputar peluncuran, staking, dan fitur-fitur bot terbaru.
Jangan lewatkan juga artikel lengkap mengenai prediksi harga Snorter Token yang akan segera kami rilis. Pastikan Anda sudah mengunjungi halaman resmi mereka dan siapkan dompet crypto Anda sebelum fase presale berakhir.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
