Bitcoin ($BTC) kembali tergelincir ke bawah level $100.000, menandai titik terendah baru sejak bulan Mei tahun ini. Koreksi ini memperdalam ketidakpastian di pasar crypto global, memicu aksi jual besar-besaran di berbagai aset utama.
Namun, bagi investor oportunis, situasi ini justru menjadi peluang untuk masuk ke pasar dengan harga rendah. Di tengah ketegangan pasar, beberapa presale crypto justru menunjukkan pergerakan positif.
Salah satunya adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), proyek Layer-2 berbasis Solana yang kini telah mengumpulkan dana lebih dari $25,9 juta atau sekitar 433 miliar rupiah dalam periode presale-nya.
Likuidasi Massal Capai $1,74 Miliar, Trader Beralih ke Stablecoin dan Presale
Data dari Coinglass mencatat bahwa lebih dari $1,74 miliar atau sekitar 29 triliun rupiah posisi trader dilikuidasi dalam 24 jam terakhir. Dari total tersebut, posisi long menyumbang sekitar $1,33 miliar. Bitcoin sendiri kehilangan posisi senilai $504,81 juta, sementara Ethereum ($ETH) mencatat likuidasi lebih tinggi, mencapai $577,08 juta.

Tekanan ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal. Ancaman tarif impor dari Amerika Serikat terhadap Tiongkok, serta ketidakpastian seputar potensi shutdown pemerintahan AS, memperparah sentimen pasar. Indeks Fear and Greed dari CoinMarketCap menempatkan kondisi saat ini dalam zona “Fear”, menandakan bahwa investor masih sangat berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar terbuka.

CEO Glider, Brian Huang, menyebut bahwa trader mulai menghindari aset berisiko tinggi dan mengalihkan portofolio mereka ke stablecoin. Meski demikian, ada juga peningkatan minat terhadap proyek presale, terutama yang menawarkan utilitas nyata dan harga masuk yang rendah. Salah satu yang menonjol di tengah volatilitas ini adalah Bitcoin Hyper, yang terus mengumpulkan minat dari investor retail maupun institusional.
Bitcoin Hyper – Presale Terpanas Tahun Ini Hadirkan Utility Nyata di Tengah Ketidakpastian
Perkembangan Bitcoin Hyper ($HYPER) menunjukkan bahwa pasar tidak sepenuhnya kehilangan arah. Di saat banyak proyek crypto masih mengandalkan hype semata, Bitcoin Hyper justru menarik perhatian karena menawarkan solusi nyata untuk mengatasi keterbatasan jaringan Bitcoin saat ini.

Proyek ini sedang mengembangkan jaringan Layer-2 (L2) yang akan mengintegrasikan Solana Virtual Machine, sebuah teknologi yang memungkinkan transaksi jauh lebih cepat dan murah dibandingkan jaringan Bitcoin asli yang hanya mampu memproses tujuh transaksi per detik.
Bukan hanya sekedar coin meme, token $HYPER akan memiliki berbagai fungsi langsung di dalam ekosistem. Selain digunakan sebagai alat pembayaran biaya transaksi di jaringan L2, pemegang token juga akan memperoleh hak suara dalam sistem governance serta akses eksklusif ke fitur-fitur premium di jaringan tersebut.

Salah satu fitur paling ditunggu adalah canonical bridge, yang akan memungkinkan pengguna memindahkan $BTC dari jaringan utama ke Layer-2. Di sana, BTC bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk staking, akses aplikasi terdesentralisasi (dApps), hingga aktivitas DeFi lain yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan di jaringan Bitcoin.
Harga token saat ini berada di $0.013225 atau sekitar 221 rupiah per keping. Investor dapat membeli langsung melalui laman resmi presale Bitcoin Hyper, lalu mengklaim token setelah periode presale berakhir atau langsung melakukan staking untuk mendapatkan reward pasif sebesar 45% per tahun.
Alternatif lain, investor juga bisa menyimpan token tersebut dan menunggu nilainya meningkat. Berdasarkan prediksi harga Bitcoin Hyper, nilai $HYPER berpotensi menyentuh $0.20 atau sekitar 3.342 rupiah pada tahun 2026.
Cara Beli Bitcoin Hyper dan Ikuti Perkembangan Terbarunya
Investor yang ingin membeli $HYPER sebelum harga naik ke fase berikutnya bisa langsung mengunjungi situs resmi proyek. Di halaman tersebut, cukup hubungkan wallet pilihan seperti Best Wallet, lalu pilih metode pembayaran yang tersedia seperti USDT atau SOL.
Anda juga bisa menyelesaikan transaksi menggunakan kartu bank untuk kemudahan ekstra. Namun Anda bisa membaca panduan cara beli Bitcoin Hyper untuk informasi lengkapnya. Setelah pembelian selesai, token $HYPER akan tersedia untuk diklaim pada akhir periode presale.

Anda juga dapat langsung melakukan staking untuk mengaktifkan reward tahunan sebesar 45%. Bagi investor jangka panjang, menyimpan token hingga listing di exchange dapat menjadi strategi potensial, terutama mengingat target harga jangka menengah mencapai $0.20 atau sekitar 3.342 rupiah.
Presale saat ini telah mengumpulkan lebih dari $25,9 juta atau sekitar 433 miliar rupiah, menjadikannya salah satu penggalangan dana crypto terbesar tahun ini. Dengan utilitas token yang jelas, integrasi teknologi Solana Virtual Machine, serta fokus pada skalabilitas Bitcoin, Bitcoin Hyper memenuhi kriteria sebagai proyek baru dengan potensi upside yang besar.
Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai roadmap, mitra strategis, dan tanggal peluncuran mainnet, Anda bisa mengikuti akun X (Twitter) resmi proyek serta bergabung dalam komunitas Telegram mereka.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
