Prediksi Harga XRP: XRP Jatuh di Bawah $1,60, Tekanan Jual Menguat di Pasar Crypto

Prediksi harga XRP

Prediksi harga XRP kembali jadi sorotan setelah aset ini jatuh menembus level $1,60, sebuah zona support yang bertahan selama beberapa bulan. Penurunan ini memperpanjang tren negatifnya di tengah pelemahan luas pasar kripto.

Token tersebut turun lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir ke sekitar $1,42, mencatat harga terendah sejak akhir November 2024 dan menjadikannya salah satu performa terburuk di antara kripto kapitalisasi besar. Pergerakan terbaru XRP ini terjadi saat sentimen risiko di kripto tetap rapuh, dengan volatilitas tinggi, liquidation cascade, dan kehati-hatian investor membebani harga.

Akankah XRP Kembali ke Atas $1,60?

Indikator teknis menunjukkan tekanan jual berkelanjutan. XRP kini telah mencatatkan lilin bulanan merah secara berturut-turut sejak Oktober 2025, menyoroti kekuatan dan kegigihan aksi jual. Pantulan singkat menuju area $2,00 awal tahun ini gagal mendapatkan daya tarik, dan penjual cepat mengambil kembali kendali.

Grafik XRP

Para pengamat pasar mencatat bahwa tembusnya level $1,60 membuka jalan untuk uji penurunan lebih lanjut. Analis seperti CryptoWZRD menyoroti bahwa hilangnya support perantara di dekat $1,51 mempercepat pergerakan turun, dengan $1,42 dan $1,27 diidentifikasi sebagai area teknis berikutnya sebelum level psikologis $1,00.

Pada time frame yang lebih tinggi, indikator momentum seperti MACD bulanan terus mencerminkan tren bearish, menunjukkan bahwa tren turun yang lebih luas belum sepenuhnya berakhir. Pemulihan pertama-tama memerlukan perebutan kembali $1,60, sementara kegagalan mempertahankan support dapat membuka kisaran $1,27–$1,00.

Aliran ETF dan Stres Pasar yang Lebih Luas

Sebagian volatilitas baru-baru ini dapat ditelusuri ke aktivitas dalam produk ETF terkait XRP. Menurut data dari SoSoValue, ETF yang berfokus pada XRP mengalami outflow besar sebesar $40,4 juta atau sekitar Rp 680 miliar dalam beberapa hari lalu, menjadi salah satu penarikan terbesar sejak peluncurannya.

SoSovalue - ETF Spot

Namun, data yang lebih baru menunjukkan pergeseran, dengan investor menambahkan $52,26 juta ke XRP Sport ETF pekan lalu. Meski ada inflow ini, harga XRP terus melemah, menunjukkan bahwa sentimen makro dan dinamika pasar kripto yang lebih luas saat ini memiliki pengaruh lebih besar daripada aliran dana spesifik produk.

Menariknya, penurunan yang sedang berlangsung ini tampaknya tidak didorong oleh berita negatif spesifik proyek atau masalah operasional di dalam Ripple. Sebaliknya, peserta pasar menunjuk pada ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan yang tinggi di sektor aset digital, ditambah dengan likuidasi paksa, sebagai penggerak utama pergerakan ini. Penurunan XRP menggarisbawahi sensitivitas pasar kripto saat ini terhadap pergeseran sentimen dan kondisi likuiditas.

Minat Beralih ke Bitcoin Hyper

Sementara XRP berjuang, perhatian sebagian investor ritel dan yang berfokus pada presale beralih ke Bitcoin Hyper ($HYPER). Presale Bitcoin Hyper dilaporkan telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari $31,2 juta atau sekitar Rp 525 miliar. Harga token $HYPER saat ini ditetapkan sebesar $0,0136751.

Presale Bitcoin Hyper

Dengan XRP yang terkunci dalam kebuntuan, Bitcoin Hyper menawarkan volatilitas tahap awal dengan potensi upside yang lebih terkontrol bagi mereka yang ingin bersiap untuk siklus bull 2026.

Bagi Anda yang tertarik mempelajari lebih lanjut tentang proyek crypto yang menjanjikan ini, termasuk melihat berbagai prediksi harga Bitcoin Hyper, langkah pertama terbaik adalah mengunjungi laman resmi proyek Bitcoin Hyper. Untuk informasi dan update langsung dari tim pengembang, pastikan mengikuti akun X (Twitter) dan Telegram resmi Bitcoin Hyper.

Sebelum memutuskan untuk berpartisipasi, luangkan waktu untuk memahami cara beli Bitcoin Hyper melalui saluran resmi yang telah disediakan untuk menghindari potensi penipuan dan memastikan investasi yang aman.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

By Astari Nurani

Astari Nurani adalah kontributor CoinSpeaker Indonesia yang memiliki minat besar pada inovasi Web3 dan NFT. Lulus dari jurusan Komunikasi Massa, Astari menggabungkan kemampuan storytelling dengan data pasar untuk menciptakan artikel yang informatif dan menarik. Ia memulai penulisan tentang crypto pada 2019, tepat saat gelombang DeFi pertama mulai berkembang. Pengalamannya bekerja sama dengan berbagai komunitas blockchain di Asia membuat Astari memahami dinamika investor ritel di Indonesia. Ia sering menyoroti potensi proyek-proyek baru, sekaligus memberikan panduan investasi yang berbasis riset, sehingga pembaca mendapatkan perspektif yang lebih terarah sebelum mengambil keputusan.