XRP kembali mencuri perhatian setelah mencatat arus masuk ETF sebesar $1,15 miliar secara berturut-turut. Di tengah momentum ini, muncul prediksi harga XRP yang cukup berani, memproyeksikan angka $3 hanya dalam waktu 48 jam.
Meski target tersebut memicu perdebatan panas mengenai logika pasar, dukungan institusional justru terlihat semakin kokoh. Sementara Bitcoin dan Ethereum mengalami penarikan dana besar-besaran, XRP justru menunjukkan anomali positif yang memperkuat spekulasi akan terjadinya reli besar menyerupai siklus historis 2017.
Lonjakan Arus Masuk ETF dan Spekulasi Harga XRP
XRP kini berada di titik krusial dengan harga bertengger di kisaran $1,85 setelah mencatat rekor arus masuk ETF spot selama 29 hari berturut-turut, mencapai total $1,15 miliar.
Di tengah akumulasi institusional ini, prediksi harga XRP dari YoungHoon Kim yang menargetkan $3 dalam waktu 48 jam memicu perdebatan sengit. Meski Kim mengandalkan reputasi intelektualnya, banyak analis menilai target tersebut terlalu agresif tanpa parameter risiko yang jelas.
Watch XRP. Next 48 hours. $3 level.
— YoungHoon Kim, IQ 276 (@yhbryankimiq) December 30, 2025
Secara teknikal, XRP menunjukkan pola bullish yang menyerupai siklus historis 2017. Namun, data dari pasar menunjukkan adanya hambatan besar di level resistance $2,46 akibat aksi jual pemegang jangka panjang.
Menariknya, saat produk investasi Bitcoin dan Ethereum mengalami penarikan dana massal sebesar $3,2 miliar sejak Oktober, XRP justru tetap menjadi primadona institusi dengan aset kelolaan yang kini menembus $1,24 miliar. Keberlanjutan reli ini sangat bergantung pada kemampuan XRP mempertahankan support di level $1,77.
Dominasi Institusi: XRP Melawan Arus Pasar Global
Di saat pasar kripto utama sedang lesu, XRP justru menunjukkan taringnya dengan menarik modal institusional secara konsisten. Berdasarkan data terbaru, ETF XRP spot mencatat tambahan dana $8,44 juta dalam sesi terakhir, membawa total aset kelolaan (AUM) menyentuh angka fantastis $1,24 miliar.
Di sepanjang Desember saja, arus masuk mencapai $478 juta dengan tren positif selama 29 hari berturut-turut tanpa sekalipun mengalami pembalikan arah.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan raksasa pasar lainnya. ETF Bitcoin harus rela kehilangan $1,1 miliar, sementara Ethereum terkoreksi $612 juta. Penarikan dana besar-besaran di AS sebesar $460 minggu lalu mengonfirmasi adanya rotasi modal.
Menariknya, investor di Jerman justru melakukan akumulasi strategis dengan menyuntikkan dana $248 juta selama Desember. Fenomena ini memperkuat prediksi harga XRP yang semakin optimistis seiring berpindahnya likuiditas dari aset utama ke sejumlah altcoin terbaik.

Geoffrey Kendrick, analis dari Standard Chartered, bahkan memproyeksikan XRP mampu menyentuh angka $8 pada tahun 2026. Proyeksi kenaikan hingga 330% ini didorong oleh kejelasan regulasi pasca penyelesaian kasus SEC dan Ripple, serta potensi supply squeeze karena tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan likuiditas yang tersedia di pasar.
Sisi fundamental on-chain juga memperkuat struktur bullish ini. Data dari Flare Networks mengungkapkan bahwa sekitar 79,7% suplai FXRP (setara $124 juta) terkunci dalam protokol DeFi.
Hal ini menandakan bahwa pemegang XRP tidak hanya sekadar menyimpan aset, tetapi aktif berpartisipasi dalam ekosistem. Dengan partisipasi pengguna yang melonjak hingga 5.699 dompet aktif di tengah tekanan pasar, fondasi XRP tampak lebih kokoh dibandingkan siklus sebelumnya.
Prediksi Harga XRP: Membaca Pola Historis 2017
Grafik mingguan XRP saat ini menunjukkan pola kompresi multi-tahun yang sangat identik dengan struktur konsolidasi sebelum reli fenomenal 1.500% pada tahun 2017 silam.
Menurut pengamat pasar, Steph, posisi harga di kisaran $2,00 hingga $2,50 saat ini mencerminkan fase akumulasi $0,20 – $0,25 di masa lalu, yang menjadi pijakan sebelum harga meledak secara parabolik menuju rekor tertinggi $3,80.
$XRP is about to explode, just like it did in 2017.
Buckle up! 🚀 pic.twitter.com/tY9lrg3J2a
— STEPH IS CRYPTO (@Steph_iscrypto) December 30, 2025
Meskipun sejarah memberikan sinyal positif, prediksi harga XRP yang menargetkan angka $3 dalam waktu 48 jam tetap dipandang skeptis oleh mayoritas analis. Kenaikan sebesar 60-70% dalam waktu sesingkat itu sangat jarang terjadi tanpa adanya katalis fundamental yang luar biasa masif.
Rekam jejak YoungHoon Kim, yang sebelumnya gagal memprediksi pergerakan Bitcoin, menambah keraguan terhadap target ambisius tersebut. Secara realistis, struktur teknikal saat ini menghadapi resistance kuat di level $1,92 dan $2,00.
Agar momentum bullish tetap terjaga, XRP wajib mempertahankan level support kritis di $1,77. Jika mampu melakukan breakout bersih di atas $2,50 – $2,80, barulah pintu menuju area $3,00 hingga $3,80 terbuka lebar.
Analisis lainnya dari Cryptollica juga menyoroti grafik XRP/DXY yang membentuk pola symmetrical triangle, menandakan bahwa aset ini sedang berada di ambang penyelesaian tren turun multi-tahun.

Namun, investor perlu waspada; jika dukungan di area $1,90 – $2,00 gagal dipertahankan, pola optimis ini bisa tidak valid dan memicu koreksi cukup dalam menuju kisaran $1,50 – $1,70.
Maxi Doge (MAXI): Budaya Meme dan Mekanisme Trading High-Leverage, Apa Keunikan MAXI?
Di saat adopsi institusional XRP menandai pendewasaan pasar kripto, peluang spekulatif dengan profil risiko-imbal hasil tinggi tetap menjadi magnet bagi para trader.
Salah satu proyek yang sedang mencuri perhatian adalah Maxi Doge (MAXI), yang berhasil mengumpulkan dana lebih dari $4,3 juta (Rp71,9 miliar) melalui presale di jaringan Ethereum sejak Juli 2025. Saat ini, token tersebut dibanderol dengan harga $0,0002755.
Proyek ini tampil beda dengan memadukan budaya “gym-bro” yang agresif dengan insentif trading praktis. Tidak hanya mengandalkan narasi viral, Maxi Doge menawarkan imbal hasil staking dinamis yang sangat kompetitif mencapai 71% APY.

Strategi ini terbukti efektif menarik minat “whale” atau investor besar yang mulai mengakumulasi aset secara masif sepanjang Desember, memperkuat prediksi harga XRP dan aset alternatif lainnya akan ikut terdorong oleh rotasi modal di kuartal pertama 2026.
Struktur presale yang panjang sengaja dirancang untuk membangun antisipasi pasar, di mana harga token akan naik secara bertahap di setiap putaran presale. Hal ini memberikan keuntungan bagi pemegang awal untuk mengamankan harga masuk yang lebih rendah sebelum Token Generation Event (TGE) dan pencatatan resmi di bursa desentralisasi seperti Uniswap pada awal 2026.
Prediksi harga Maxi Doge yang diungkapkan oleh sejumlah analis memprediksi kenaikan hingga 100x lipat apabila proyek ini dapat mempertahankan momentum dan minat investor kripto telah sepenuhnya kembali di 2026.
Dengan alokasi pemasaran sebesar 40% dari total suplai, komunitas Maxi Doge terus tumbuh pesat melalui kampanye media sosial yang strategis. Hal ini juga menjadi senjata bagi proyek untuk terus mendapatkan perhatian di ruang kripto, terutama penggemar koin meme.
Bagi investor yang tertarik, partisipasi dapat dilakukan dengan menghubungkan dompet digital seperti Best Wallet ke situs resmi mereka, menggunakan kripto maupun kartu bank sebelum harga tahap berikutnya melonjak. Baca cara beli Maxi Doge untuk mendapatkan panduan komprehensif membeli token ini.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
