Prediksi harga XRP kembali jadi topik hangat di kalangan investor setelah token ini diperdagangkan di level $1,87 atau sekitar Rp31.300, mencatat kenaikan tipis sebesar 0,17% dalam 24 jam terakhir. Meski terlihat stabil dalam jangka pendek, performa XRP masih tertahan oleh tekanan jual yang cukup panjang dalam beberapa bulan terakhir.
Selama 90 hari terakhir, XRP kehilangan lebih dari 32% nilainya, menghapus hampir seluruh momentum yang sempat terbentuk di awal tahun. Meski begitu, volume transaksi menunjukkan peningkatan seiring fase stabilisasi yang tengah berlangsung. Kapitalisasi pasar XRP saat ini berada di angka $113,46 miliar atau sekitar Rp1.898 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kelima berdasarkan valuasi.
Performa Harga XRP Tunjukkan Stabilisasi, Bukan Pembalikan
Walaupun XRP mencatat pemulihan harian yang ringan, tekanan jangka menengah dan panjang masih terlihat jelas. Dalam 30 hari terakhir, harga mengalami penurunan sebesar 14,12%. Kerugian selama 60 hari bahkan lebih dalam, mencapai 28,48%. Pola ini mengindikasikan struktur pasar yang masih bearish secara menyeluruh, bukan sekadar koreksi sesaat.

Harga XRP saat ini berada di antara $1,825 hingga $1,885. Ini menunjukkan adanya kompresi harga, bukan ekspansi, sehingga para trader kemungkinan sedang menunggu sinyal arah yang lebih kuat sebelum mengambil keputusan.
Volume perdagangan XRP dalam 24 jam terakhir mencapai $2,01 miliar atau sekitar Rp33,6 triliun. Kenaikan lebih dari 30% ini mencerminkan adanya minat baru, meskipun belum sampai pada level akumulasi agresif. Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di angka 1,77%, menandakan partisipasi pasar yang masih berhati-hati.
Harga XRP juga masih jauh dari level tertingginya sepanjang masa, yakni $3,84 atau sekitar Rp64,3 ribu. Artinya, XRP saat ini masih berada dalam fase pemulihan dan belum memasuki fase breakout yang nyata.
Mayoritas model prediksi harga XRP yang digunakan secara luas saat ini memperkirakan pertumbuhan moderat, bukan lonjakan harga yang eksponensial. Berdasarkan estimasi kompaun tahunan sekitar 5%, harga XRP diprediksi mencapai kisaran $1,96 pada 2026, lalu naik menjadi sekitar $2,39 pada 2030. Dalam jangka lebih panjang, proyeksi mencapai $3,05 pada 2035, serta antara $3,9 hingga $4,1 pada periode 2040–2041.

Proyeksi ini menyiratkan bahwa XRP berpotensi naik lebih dari dua kali lipat dibanding level saat ini dalam kurun waktu 15 tahun. Namun, pertumbuhan tersebut diperkirakan akan berjalan lambat dan sangat tergantung pada tren adopsi teknologi blockchain secara luas.
Berbeda dengan siklus pasar sebelumnya di mana spekulasi menjadi motor utama pergerakan harga, kinerja XRP ke depan kemungkinan akan bergantung pada pemanfaatan infrastrukturnya dalam skala institusional, kepastian regulasi global, serta integrasi yang lebih luas dalam ekosistem keuangan tradisional.
Untuk itu, para investor perlu memahami bahwa pertumbuhan XRP tidak lagi didorong semata oleh hype atau pemberitaan viral, tetapi lebih kepada fundamental proyek dan realisasi utilitasnya dalam dunia nyata.
Prediksi Ekstrem Harga XRP Memicu Perdebatan di Media Crypto
Perdebatan seputar masa depan XRP makin memanas setelah analisis viral dari peneliti asal Korea Selatan, YoungHoon Kim, menyatakan bahwa harga XRP bisa mencapai $1.000 atau sekitar Rp16,7 juta dalam dekade mendatang. Prediksi ini mencuat di berbagai platform sosial media karena ketokohan Kim dan keberanian dari proyeksinya yang dianggap sangat berani.

Dari sisi valuasi, proyeksi harga tersebut membutuhkan lonjakan kapitalisasi pasar XRP ke level puluhan triliun dolar, melampaui total kapitalisasi pasar seluruh crypto saat ini dan mendekati angka agregat moneter global. Proyeksi ini menuai banyak skeptisisme dari para analis profesional karena dianggap jauh dari kenyataan.
Mayoritas pengamat pasar memandang prediksi $1.000 lebih sebagai skenario teoritis ekstrem daripada target realistis. Walau demikian, perbincangan ini memperlihatkan bagaimana narasi berbasis sentimen publik masih mampu mempengaruhi fokus pasar dalam jangka pendek, meskipun tidak didukung oleh fundamental yang solid.
Diskusi semacam ini sering kali menjadi pendorong minat baru, tetapi juga bisa menyesatkan bagi investor pemula yang belum memahami dinamika valuasi dan struktur pasar kripto secara menyeluruh.
Mengapa Bitcoin Hyper Mulai Diperbincangkan di Tengah Konsolidasi XRP
Di tengah fase konsolidasi yang dialami XRP, banyak pelaku pasar mulai melirik aset crypto tahap awal yang menawarkan potensi upside asimetris. Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), yang saat ini tengah menjalani fase presale dan berhasil mengumpulkan hampir $30 juta atau sekitar Rp501 miliar.

Berbeda dengan XRP yang telah memiliki kapitalisasi pasar sembilan digit dan pergerakan harga yang sangat dipengaruhi kondisi makro, Bitcoin Hyper masih berada dalam tahap akumulasi awal. Harga token HYPER saat ini adalah $0.013465, memberikan peluang masuk yang jauh lebih rendah dibanding XRP saat ini.
Keunikan koin meme satu ini terletak pada model presale-nya yang mengadopsi struktur harga bertahap. Setiap fase mengalami kenaikan harga yang sudah dirancang sejak awal, menciptakan tekanan beli internal dari waktu ke waktu. Mekanisme ini kontras dengan XRP yang mengandalkan adopsi institusional dan dukungan regulasi jangka panjang.
Bagi trader yang melewatkan momentum awal XRP bertahun-tahun lalu, Bitcoin Hyper menyajikan profil risiko yang sepenuhnya berbeda. Fokus utamanya bukan pada pemulihan harga, melainkan pada fase awal pertumbuhan proyek berbasis Solana yang dirancang untuk mendukung ekosistem BTCFi melalui Layer-2 yang kompatibel dengan Bitcoin.

Jika Anda ingin memahami prospek jangka panjang token ini, silakan baca prediksi harga Bitcoin Hyper. Untuk panduan lengkap terkait pembelian selama masa presale, kunjungi laman cara beli Bitcoin Hyper. Anda juga bisa mengikuti kabar terbaru melalui akun X (Twitter) resmi proyek serta berdiskusi bersama komunitas melalui kanal Telegram mereka.
Kunjungi situs resmi Bitcoin Hyper ($HYPER) untuk mengeksplorasi whitepaper, roadmap, dan rincian teknis yang menunjukkan bagaimana proyek ini berupaya mengintegrasikan ekosistem Bitcoin dan Solana dalam satu jembatan arsitektural yang revolusioner.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
