Solana kembali menunjukkan taringnya dengan menembus angka $140 di awal tahun 2026. Banyak investor kini mulai mencermati prediksi harga Solana yang semakin optimistis seiring derasnya aliran dana masuk melalui ETF spot yang mencapai angka miliaran dolar.
Sentimen positif ini juga didorong oleh pembaruan jaringan v3.0.14 yang baru saja dirilis untuk meningkatkan stabilitas sistem. Jika momentum ini terjaga dan hambatan resistance berhasil ditembus, target menuju $200 bukan lagi sekadar harapan kosong bagi para pemegang aset SOL.
Pasar kripto sedang ramai membicarakan prediksi harga Solana setelah salah satu altcoin terbaik ini mencetak rekor mingguan baru di atas $140.
Lonjakan ini dipicu oleh minat institusional yang masif, terbukti dari dana masuk ke ETF Spot Solana AS yang kini menembus angka $816,92 juta. Pencapaian ini cukup mengejutkan karena SOL justru tampil lebih perkasa dibandingkan ETF Bitcoin dan Ethereum yang sempat mengalami arus keluar dana cukup deras belakangan ini.

Selain faktor eksternal, penguatan ini didukung oleh langkah teknis berupa pembaruan mendesak v3.0.14 bagi seluruh validator Mainnet-Beta. Upgrade ini krusial untuk menjaga stabilitas ekosistem senilai $76,8 miliar tersebut, terutama dalam mempertahankan reputasinya sebagai jaringan tercepat di industri.
URGENT RELEASE: The v3.0.14 release is now recommended for general use by Mainnet-Beta validators.
This release contains a critical set of patches and should be applied to staked and unstaked Mainnet-Beta validators.
— Solana Status (@SolanaStatus) January 10, 2026
Saat ini, SOL sedang menguji level support di $140; jika momentum bullish ini bertahan, target realistis berikutnya adalah menembus area resistance $150 dalam waktu dekat.
Efek Dominan Arus ETF terhadap Nilai SOL
Masuknya modal besar-besaran lewat ETF Solana telah mengubah peta permainan, memperkuat pondasi bagi prediksi harga Solana yang lebih optimis di masa depan.
Akumulasi institusional ini bukan sekadar spekulasi harian, melainkan strategi jangka panjang yang menciptakan momentum kenaikan berkelanjutan bagi ekosistem SOL secara keseluruhan.
Berdasarkan data terbaru dari Sosovalue, total nilai aset bersih ETF spot Solana kini telah menyentuh angka $1,09 miliar.
Secara historis, arus masuk bersih kumulatifnya sudah mencapai $816 juta—sebuah angka yang sangat impresif, terutama jika dibandingkan dengan ETF Bitcoin yang justru mencatat arus keluar sebesar $680,90 juta pada pekan lalu. Kontras ini menunjukkan adanya rotasi modal yang signifikan ke arah Solana.
Analis kripto Ted Pillows juga menyoroti performa gemilang perusahaan pengelola perbendaharaan yang aktif mengumpulkan SOL untuk kebutuhan staking. Menariknya, pergerakan saham perusahaan-perusahaan ini sering kali menjadi indikator awal bagi harga di pasar spot.
Solana treasury companies are doing well this week.
If this continues for a few more weeks, we could see accelerated $SOL buying.
And if the rally fades, SOL will continue its downtrend. pic.twitter.com/w5r7uwypEw
— Ted (@TedPillows) January 10, 2026
Dengan kata lain, ketika minat institusi terhadap saham-saham terkait Solana melonjak, harga token SOL biasanya akan segera menyusul di belakangnya. Fenomena ini membuktikan bahwa kepercayaan pasar tradisional terhadap ketahanan jaringan Solana semakin mengakar kuat.
Upgrade v3.0.14: Langkah Besar Amankan Jaringan
Kabar krusial datang dari balik layar teknis saat pengembang merilis pembaruan keamanan mendesak bagi para validator. Pada 10 Januari lalu, Solana Status menginstruksikan seluruh validator Mainnet-Beta untuk segera bermigrasi ke versi v3.0.14.
Langkah ini menjadi faktor penting yang memperkuat prediksi harga Solana, mengingat kepercayaan investor sangat bergantung pada stabilitas jaringan di tengah volume transaksi yang kian membengkak.
Alih-alih sekadar menambah fitur baru, pembaruan ini difokuskan pada penguatan infrastruktur inti. Sebagai blockchain Layer 1 yang mengandalkan mekanisme Proof of History, efisiensi waktu adalah segalanya.
Upgrade v3.0.14 hadir untuk meminimalkan latensi dan memastikan ekosistem senilai puluhan miliar dolar ini tetap kokoh meski beban kerja dari aplikasi terdesentralisasi semakin berat.
Dengan meningkatnya aktivitas pengembang dan jumlah pengguna, peningkatan stabilitas ini adalah kunci bagi Solana untuk mampu berskala besar tanpa kendala teknis. Bagi para pemegang aset, jaringan yang lebih tangguh berarti risiko downtime yang lebih rendah, yang secara langsung menjaga momentum positif harga di pasar kripto.
Prediksi Harga Solana: Menakar Langkah Solana Berikutnya
Dalam beberapa pekan terakhir, gerak harga Solana terpantau sedang menguji zona resistance kritis di level $145. Jika aset ini mampu melakukan breakout yang meyakinkan di atas area tersebut, terbuka peluang lebar bagi aksi beli yang akan mendorong harga menuju kisaran $150 hingga $160.
Saat ini, performa SOL tergolong solid dengan bertahan di dekat level $140, mencatatkan kenaikan sekitar 3,47% dalam tujuh hari terakhir.

Indikator momentum pun turut memperkuat pandangan optimistis ini. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) saat ini bertahan di atas angka 60, yang menandakan sentimen pasar masih didominasi oleh para pembeli.
Selama RSI mampu menjaga posisinya di atas level tersebut, minat pasar diperkirakan akan terus meningkat dan memuluskan jalan bagi prediksi harga Solana ke level yang lebih tinggi.
Di sisi lain, level $135 menjadi zona support yang cukup kuat untuk meredam volatilitas jangka pendek, mengingat adanya pertemuan antara rata-rata pergerakan 50 hari (MA-50). Namun, jika harga gagal bertahan di titik ini, ada risiko koreksi menuju level $130.
Mengingat resistance $145 mulai melemah, target ambisius ke angka $170 hingga $200 bukan tidak mungkin tercapai jika kondisi pasar kripto secara luas tetap berada dalam fase bullish.
Bitcoin Hyper (HYPER): Solusi Layer-2 untuk Bitcoin Bertenaga Solana
Di tengah optimisme yang menyelimuti prediksi harga Solana, perhatian pasar juga tengah tertuju pada sebuah proyek coin crypto terbaru bernama Bitcoin Hyper (HYPER). Proyek ini hadir sebagai solusi Layer-2 inovatif yang menggabungkan keamanan Bitcoin dengan kecepatan Solana Virtual Machine (SVM).
Dengan teknologi ini, Bitcoin Hyper mampu memproses ribuan transaksi per detik, menjawab tantangan skalabilitas yang selama ini menghambat adopsi massal Bitcoin untuk pembayaran harian.

Antusiasme investor terhadap proyek ini tercermin jelas dalam angka-angka presalenya yang fantastis. Sampai pertengahan Januari 2026, presale HYPER telah mengumpulkan dana lebih dari $30,3 juta atau sekitar Rp510 miliar.
Saat ini token HYPER ditawarkan dengan harga $0,013565 per token, tetapi dalam beberapa jam ke depan akan naik karena presale memasuki putaran baru. Imbalan staking yang dapat diterima oleh investor juga bersifat dinamis, di mana saat ini berada di angka 38% APY.
Dengan kombinasi fundamental teknologi yang kuat dan insentif staking yang tinggi, banyak analis memperkirakan $HYPER akan menjadi salah satu aset paling dominan di ekosistem Layer-2 Bitcoin di tahun 2026.
Simak prediksi harga Bitcoin Hyper untuk melengkapi referensi Anda sebelum berinvestasi. Baca juga panduan lengkap mengenai cara beli Bitcoin Hyper untuk memastikan pembelian token secara aman.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
