BitMine Kumpulkan 32.977 ETH Saat Harga Ethereum Tertekan dan ETF Alami Outflow

BitMine

Di tengah tekanan hebat pada harga Ethereum, sebuah langkah akumulasi besar-besaran justru terjadi. BitMine Immersion Technologies, dalam pekan terakhir 2025, menambahkan 32.977 ETH senilai sekitar $104 juta atau setara Rp 1,76 triliun ke dalam treasurinya. Aksi ini mengangkat total kepemilikan Ethereum mereka di atas 4,14 juta ETH.

Pembelian agresif ini terjadi saat harga ETH terjepit dan reksa dana ETF spot secara konsisten mencatat arus keluar modal. Situasi ini menyoroti divergensi yang semakin lebar antara akumulasi aset oleh lembaga dan sentimen negatif di pasar publik.

Aksi Akumulasi BitMine – Strategi di Balik Pembelian 32.977 ETH

Jadi, apa sebenarnya yang dibeli BitMine dan mengapa ini penting? Pembelian terbaru ini bukanlah aksi kecil. Ia membawa total kepemilikan BitMine menjadi lebih dari 4,14 juta ETH, dengan nilai melebihi $13 miliar atau sekitar Rp 219 triliun. Angka fantastis ini mewakili kurang lebih 3,4% dari total pasokan ETH yang beredar.

BitMine - Beli ETH

Konsentrasi kepemilikan sebesar ini punya implikasi langsung untuk trader. Pemegang besar berstyle treasury seperti BitMine secara efektif mengurangi pasokan likuid yang tersedia di pasar. Ini akan memperketat float dan berpotensi memicu apresiasi harga yang lebih tajam jika suatu saat permintaan kembali menguat.

Data dari exchange pun menguatkan narasi ini, pasokan ETH yang disimpan di bursa terpusat telah turun sekitar 6% dalam tiga bulan terakhir, menandakan likuiditas dari sisi penjual yang semakin menipis.

Teknikal Ethereum yang Lemah vs Keyakinan Institusional

Terlepas dari akumulasi institusional yang masif, perspektif trading untuk Ethereum tetap terlihat suram. Secara teknis, ETH sedang dalam kondisi sangat lemah. Pada saat artikel ini ditulis, harga Ethereum bertengger di $1.922, terkoreksi 29,6% dalam tujuh hari terakhir dan anjlok lebih dari 40,9% sejak awal tahun.

BitMine - Harga ETH

Indikator teknis utama semuanya mengonfirmasi tekanan jual:

  • RSI 14-hari berada di sekitar 23, menyentuh wilayah jenuh jual (oversold) yang dalam.
  • Harga telah menembus dibawah Moving Average 200-hari di $2.140.
  • Support terdekat sekarang berada di kisaran $1.850 – $1.750, sementara resistance krusial ada di $2.140.

Momentum juga belum menunjukkan tanda pemulihan. MACD harian masih negatif dengan garis sinyal di bawah nol, mengisyaratkan tekanan penurunan belum sepenuhnya berakhir. Bagi trader jangka pendek, penutupan harga di atas $2.000 dengan volume yang meningkat bisa menjadi sinyal awal stabilisasi tren.

Realistiskah Target Harga Ethereum $250.000?

Di tengah kondisi suram ini, prediksi harga Ethereum yang ekstrem seperti target $250.000 dari Tom Lee terdengar seperti khayalan. Proyeksi ini menyiratkan kenaikan sekitar 13.000% dari level saat ini, mendorong valuasi fully diluted Ethereum melampaui $30 triliun. Para pendukungnya merujuk pada imbal hasil staking, adopsi Layer 2, dan dinamika pasokan jangka panjang.

Namun, argumen penentangnya justru berakar pada kondisi nyata hari ini. ETF spot ETH masih mencatat arus keluar bersih, dan aset berisiko secara luas melemah seiring meningkatnya volatilitas Bitcoin. Likuiditas makro, bukan keyakinan jangka panjang, masih mendominasi penemuan harga jangka pendek. Secara realistis, target $250.000 untuk Ethereum bukanlah skenario yang bisa diharapkan dalam waktu dekat.

Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan Trader

Aksi akumulasi BitMine bukanlah obat mujarab yang menghilangkan semua risiko. Faktanya, beberapa indikator fundamental Ethereum masih menunjukkan kelemahan:

  • Aktivitas jaringan (yang disesuaikan dengan hash) tetap datar.
  • Pertumbuhan transaksi di jaringan Layer 2 telah melambat menjadi pertumbuhan satu digit rendah, mengurangi pembakaran biaya yang mendukung narasi penurunan pasokan ETH.

Bagi investor, situasi ini menciptakan ketegangan antara pembelian atas dasar keyakinan dan sinyal konfirmasi teknis yang lemah. Memantau aliran dana wallet crypto whale, pergerakan dana ETF, dan potensi rebound RSI di atas level 30 akan menjadi kunci untuk menilai apakah akumulasi ini akan diterjemahkan menjadi dasar harga yang kokoh.

SUBBD – Proyek Presale AI yang Jadi Peluang di Tengah Tekanan

Sementara aset besar seperti Ethereum berjuang, ekosistem crypto terus melahirkan inovasi. Di saat proyek seperti Pi Network masih mencari fundamental yang jelas, peluang coin crypto terbaru yang sedang presale seperti SUBBD ($SUBBD) justru diluncurkan dengan kasus penggunaan yang terdefinisi jauh lebih baik sejak hari pertama.

Ekosistem & Utilitas SUBBD

Dibangun sebagai platform konten bertenaga AI, SUBBD menargetkan ekonomi pelanggan (subscriber economy) senilai $85 miliar. Caranya? Dengan memberikan kepemilikan audiens yang sebenarnya kepada kreator dan akses genuin bagi penggemar ke konten yang mereka nilai. Dengan menghilangkan perantara, $SUBBD mengembalikan kendali ke tempat yang seharusnya.

Konsep ini mulai mendapat daya tarik. $SUBBD telah berhasil mengumpulkan dana sebesar $1,4 juta dalam fase presale, menunjukkan dukungan investor terhadap pergeseran menuju ekonomi kreator yang terdesentralisasi. Dengan harga 1 $SUBBD hanya $0,0574925, ini menjadi pintu masuk awal bagi mereka yang percaya pada masa depan platform konten Web3.

Bagi Anda yang tertarik mempelajari lebih lanjut tentang prediksi harga SUBBD dan cara beli SUBBD, informasi terperinci selalu diumumkan melalui kanal komunikasi resmi mereka. Pantau terus perkembangan proyek ini melalui Akun X (Twitter) dan kanal Telegram SUBBD, serta kunjungi langsung laman resmi proyek untuk informasi presale yang paling akurat.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

By Ajira Maheswari

Ajira Maheswari adalah jurnalis dan penulis konten crypto yang fokus pada perkembangan blockchain, DeFi, dan tren altcoin global. Latar belakang pendidikannya di bidang Ekonomi Digital membawanya memahami keterkaitan antara teknologi keuangan dan regulasi di pasar Asia Tenggara. Ajira memulai kariernya sebagai penulis keuangan sebelum beralih sepenuhnya ke sektor aset digital pada tahun 2020. Ia dikenal karena gaya penulisan yang analitis namun mudah dipahami, membuat topik kompleks seperti tokenomics dan analisis pasar lebih ramah bagi pembaca awam. Di CoinSpeaker Indonesia, Ajira rutin menulis artikel prediksi harga, liputan presale token, dan analisis makro ekonomi yang memengaruhi pasar kripto.