Pasar crypto mulai menunjukkan pemulihan yang cukup solid menjelang keputusan FOMC. Bitcoin berhasil kembali ke area $90.000 atau sekitar 1,5 miliar rupiah, sebuah sinyal bullish yang memberi ruang bagi investor untuk menilai ulang aset yang sedang mengalami pullback sehat.
Kondisi seperti ini biasanya menjadi masa tersulit bagi altcoin karena volatilitas meningkat hingga keputusan bank sentral diumumkan. Banyak analis melihat penurunan jangka pendek sebagai peluang beli, terutama untuk aset yang tetap konsisten sepanjang siklus ini. XRP, Solana, dan Zcash sedang bergerak di area akumulasi yang bersih dan stabil, sehingga peluang momentum berikutnya semakin terbuka.
Solana Jadi Altcoin Utama yang Perlu Dipantau di Bulan Desember
Selama 16 minggu berturut-turut, data dari DeFiLlama menunjukkan bahwa Solana (SOL) memimpin aktivitas di bursa terdesentralisasi, bahkan menggandakan volume Ethereum. Sepanjang tahun 2025, tercatat arus masuk bersih sebesar $634 juta atau sekitar 10,5 triliun rupiah ke dalam ekosistem DeFi Solana, yang terus berkembang pesat melalui adopsi lintas jaringan.

Kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan Solana juga meningkat tajam, dari $5 miliar pada Januari 2025 menjadi lebih dari $15 miliar per Desember ini. Angka ini mencerminkan pertumbuhan tahunan lebih dari 200 persen. Metik ini sangat penting untuk diperhatikan karena stablecoin kini menjadi komponen vital dalam ekosistem keuangan digital.
Minat institusional terhadap salah satu cryptocurrency terbaik ini juga mengalami lonjakan. ETF berbasis Solana terus mencatat arus masuk positif, dengan nilai bersih sekarang telah melampaui $593 juta atau sekitar 9,8 triliun rupiah.
Jika melihat grafik harga, semua perkembangan ini mulai tercermin. Sejak Oktober, Solana bergerak stabil dalam kisaran $120–$160, yang dianggap banyak analis sebagai fase konsolidasi atau zona akumulasi menjelang breakout potensial.
Level $144 menjadi resistance paling kuat saat ini, sudah diuji sebanyak tiga kali dalam 30 hari terakhir. Jika SOL mampu menembus area ini secara meyakinkan, peluang besar terbuka untuk awal kuartal pertama 2026 yang bullish.
XRP Berpeluang Ulangi Sejarah Setelah Menyentuh Level Terendah Bulanan
Harga XRP baru-baru ini menyentuh level $1.90, angka yang belum pernah terlihat sejak April lalu. Namun justru dari titik itu muncul rebound yang cukup tajam, mendorong harga kembali menembus batas support penting di $2.00.

ETF berbasis XRP mencatatkan 13 hari berturut-turut dengan arus masuk positif. Nilai total aset bersih dalam bentuk ETF XRP kini mencapai $861,23 juta atau sekitar 14,3 triliun rupiah, sebuah sinyal jelas bahwa investor institusional masih menaruh minat besar pada aset ini.
Namun data pasar menunjukkan posisi short terhadap XRP kini menjadi yang paling dominan dibandingkan aset crypto besar lainnya. Mayoritas trader memegang posisi jual, sementara dukungan dari posisi long terpantau sangat minim. Probabilitas bahwa harga XRP akan menembus all-time high sebelum 31 Desember 2025 saat ini turun drastis menjadi hanya 3 persen.
Situasi ini membentuk pola harga yang mirip dengan fase sebelum lonjakan besar pada 2017. Jika XRP mampu mempertahankan area support di $2.00, maka bukan tidak mungkin lonjakan signifikan akan terjadi kembali menuju 2026, seperti yang pernah diprediksi oleh CZ.
Sentimen negatif memang sedang membayangi, namun pola historis dan minat institusional tetap menyimpan potensi lonjakan harga jika momentum kembali berpihak pada XRP.
Jika Percaya pada Privasi, Maka ZCASH Dapat Dipertimbangkan
Inilah keyakinan yang terus digaungkan oleh komunitas Zcash. Meski saat ini ZEC belum berada dalam kondisi terbaiknya, semangat tersebut tetap bertahan. Banyak sentimen negatif dan FUD beredar di sekitar proyek ini, dan harga ZEC saat ini berada di kisaran $416 atau sekitar 6,9 juta rupiah, lebih dari 40% dibawah all-time high-nya.

Baru-baru ini, Arkham merilis laporan yang mengekspos aktivitas di jaringan Zcash. Mereka mengklaim berhasil mengidentifikasi 53 persen transaksi privat dalam jaringan tersebut. Dengan meluncurkan sistem pelacakan on-chain baru untuk ZEC, mereka menganalisis volume transaksi sebesar $420 miliar dan mengaitkan lebih dari separuh aktivitas dengan individu atau institusi tertentu.
Komunitas Zcash langsung menanggapi laporan tersebut. Menurut mereka, Arkham hanya menganalisis transaksi dari address transparan, bukan address pribadi yang memang menjadi fitur utama jaringan ini. Hal ini menegaskan bahwa privasi tetap terjaga dalam konteks teknikal yang sesungguhnya.
Grafik harga ZEC sempat membuat panik ketika turun di bawah $300 atau 5 juta rupiah. Namun setelah itu muncul rebound yang cukup kuat, memberikan harapan bahwa tekanan terburuk mungkin telah lewat. Jika harga crypto yang menjanjikan ini berhasil menembus level resistance di $450 atau sekitar 7,5 juta rupiah, ada kemungkinan besar grafik akan membentuk struktur baru yang mendukung pergerakan ke level lebih tinggi.
Presale Bitcoin Hyper Hampir Sentuh $30 Juta, Crypto Terbaik untuk Dibeli Saat Ini?
Di saat pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan altcoin utama seperti Solana, XRP, serta Zcash masih berada di zona akumulasi penting, satu proyek mulai menarik perhatian investor awal secara diam-diam. Bitcoin Hyper ($HYPER) kini muncul sebagai narasi paling menonjol menjelang tahun 2026, memadukan unsur meme culture dengan infrastruktur Layer-2 Bitcoin yang nyata dan fungsional.

Proyek ini dibangun di atas Solana Virtual Machine (SVM), yang memungkinkan performa tinggi, biaya transaksi super murah, serta dukungan penuh terhadap smart contract di atas sistem settlement Bitcoin. Bitcoin Hyper juga menghadirkan fitur governance terdesentralisasi dan Canonical Bridge, yang memungkinkan transfer BTC lintas jaringan secara lancar, sebuah inovasi yang sudah lama ditunggu komunitas pengguna Bitcoin.
Presale Bitcoin Hyper saat ini telah mengumpulkan dana sebesar $29,2 juta atau sekitar 487 miliar rupiah. Jumlah ini menjadi indikator kuat bahwa proyek ini mendapat kepercayaan tinggi dari kalangan early adopters dan investor besar. Analis seperti Borch Crypto bahkan memprediksi bahwa nilai token ini bisa melonjak hingga 100x setelah listing di bursa crypto utama.
Audit terbaru dari Coinsult juga melaporkan bahwa tidak ditemukan kerentanan dalam kontrak pintar proyek ini, meningkatkan kepercayaan terhadap keamanan dan keseriusan tim pengembang.
Token HYPER memiliki berbagai utilitas, mulai dari pembayaran gas fee, mekanisme staking, hingga hak suara dalam sistem governance. Investor yang berpartisipasi dalam presale berkesempatan mendapatkan reward staking hingga 40% APY.

Peluncuran penuh platform ini dijadwalkan pada 2026, dan investor memiliki peluang untuk memposisikan diri lebih awal dalam inovasi yang bisa menjadi salah satu pembaruan paling penting dalam utilitas Bitcoin ke depan.
Sementara proyek seperti Solana, XRP, dan Zcash masih dalam fase konsolidasi, Bitcoin Hyper sudah mulai mencuri momentum pasar dan tampil sebagai salah satu proyek crypto baru paling solid saat ini.
Bagi investor yang ingin berpartisipasi, kunjungi situs resmi presale Bitcoin Hyper sekarang juga. Ikuti juga akun resmi Bitcoin Hyper di X (Twitter) dan komunitas Telegram mereka untuk mendapatkan informasi terbaru. Jangan lewatkan pula untuk membaca panduan cara beli Bitcoin Hyper dan artikel prediksi harga Bitcoin Hyper agar lebih memahami potensi token ini dalam jangka panjang.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
