Bitcoin Anjlok di Bawah $83K: Kombinasi Mematikan ETF dan Fed yang Mengguncang Pasar

Bitcoin Anjlok

Hari ini, pasar crypto sedang berdarah-darah. Pertanyaan besar yang ada di kepala semua trader adalah kenapa Bitcoin anjlok dan crypto turun hari ini? Jawabannya kompleks, tapi jelas terasa sakitnya. Pada sesi perdagangan yang sangat volatile di akhir Januari 2026, Bitcoin terjun bebas ke level terendah $83,383 atau sekitar Rp 1,4 miliar, titik terlemah dalam lebih dari dua bulan. Penurunan tajam 6,4% ini dipicu oleh dua hal utama yaitu arus keluar ETF crypto yang mencapai $1,1 miliar atau sekitar Rp 18,5 triliun dan ketidakpastian menyusul sikap Federal Reserve yang masih ‘hawkish’.

Bitcoin Anjlok ke Level Terendah Dua Bulan, Sentimen Berbalik Bearish

Jatuhnya Bitcoin terjadi begitu cepat dan mengejutkan banyak trader. Cryptocurrency terbaik ini dibuka di level $90,315 atau sekitar Rp 1,52 miliar dan kemudian terjun lebih dari 6%. Penurunan ini menghapus semua keuntungan pemulihan yang dicatat sepanjang Januari. Semuanya berbalik drastis setelah data arus ETF dan pengumuman Fed dirilis.

harga Bitcoin anjlok

Pada penutupan hari, BTC bahkan sempat diperdagangkan mendekati $82,463, level yang terakhir terlihat di pertengahan November. Yang makin memperparah adalah likuidasi besar-besaran senilai $319 juta yang terjadi bersamaan.

Ini menunjukkan betapa leveraged-nya struktur pasar dan rapuhnya kondisi saat ini, yang langsung tercermin dari prediksi harga Bitcoin yang berubah negatif. Kedalaman pasar juga menipis, menyebabkan ayunan harga yang tidak proporsional dengan volume yang relatif sederhana.

Pasar Meluas Terimbas – Ethereum dan Solana Ikut Terjun

Koreksi ini bukan hanya milik Bitcoin. Ethereum anjlok 6% ke $2,942 , dengan data terbaru bahkan menunjukkan penurunan lebih dalam ke $2,723, memperpanjang kerugian bulanannya menjadi 8,4%. Solana tidak kalah parah, turun 6,17% ke $115,34, mencatat kerugian satu hari terbesar di Januari.

Grafik Solana/Ethereum

Bahkan aset yang dianggap defensif seperti BNB turun 7%. Volume perdagangan harian melonjak ke kisaran $48-49 miliar, menandakan bahwa pergerakan ini didominasi oleh aksi jual terpaksa dan efek beruntun stop-loss. Pada titik terendah, total kapitalisasi pasar crypto menyentuh $1,69 triliun, dengan kelemahan yang begitu luas terakhir terlihat saat runtuhnya FTX.

Arus Keluar ETF Masif Picu Kepanikan dan Aksi Jual

Salah satu alasan inti di balik penurunan hari ini adalah arus keluar bersih ETF yang mencapai $1,13 miliar dalam periode 20 hingga 26 Januari. Menurut rincian harian, hari terburuk adalah 22 Januari, ketika lebih dari $527 juta meninggalkan ETF spot Bitcoin. Eksodus ini menandai penarikan dana terbesar dalam 5 hari sejak Januari 2024.

Institusi tampak melepas kepemilikan mereka secara agresif seiring goyahnya kepercayaan pasar. Analis dari XTB mencatat bahwa penebusan ETF yang dikombinasikan dengan arus masuk BTC yang lesu menciptakan badai sempurna untuk sebuah breakdown.

Investor Berlindung ke Emas dan Perak, Naluri ‘Risk-Off’ Dominan

Kelemahan Bitcoin juga bisa dijelaskan oleh pelarian dana menuju komoditas. Emas melonjak melampaui $5,600 per troy ons, naik 30% sejak awal tahun, sementara perak mencapai $120, dengan keuntungan 65% hanya di bulan Januari. Sebagai perbandingan, Bitcoin telah jatuh 33% dari puncaknya di $126,000 pada Oktober lalu.

Grafik harga emas

Paul Howard, Direktur di Wincent, mengaitkan pergeseran ini dengan rotasi menuju komoditas yang ditokenisasi, termasuk emas, perak, dan uranium. “Arus keluar ETF, kinerja BTC yang datar, dan modal baru yang masuk ke pasar logam sintetis telah menarik uang menjauh dari crypto,” kata Howard.

Keputusan Fed Tambah Ketidakpastian, Pemotongan Suku Bunga Tertunda

Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75% dalam pertemuan FOMC terbarunya, namun mengecewakan pasar dengan tidak memberikan panduan jelas tentang pemotongan di masa depan. Ketua Jerome Powell menyatakan keputusan akan dibuat “pertemuan demi pertemuan”, yang ditafsirkan trader sebagai jeda yang bersifat hawkish.

Aset berisiko, termasuk crypto yang menjanjikan, bereaksi negatif. Bitcoin sempat naik di atas $90K, tetapi dengan cepat berbalik arah. Seperti yang dicatat seorang analis, “Fed tidak memberikan pivot dovish yang diharapkan pasar.” Dengan tekanan geopolitik, arus keluar ETF, dan tidak adanya pelonggaran moneter, pasar menjadi rentan terhadap penilaian ulang yang tajam.

Bitcoin Hyper: Solusi Layer-2 dengan Pendanaan Fantastis Tembus $31 Juta

Ditengah ketidakpastian pasar, ada satu proyek crypto yang justru menarik perhatian yaitu Bitcoin Hyper ($HYPER). Presale token ini sudah berhasil kumpulkan dana lebih dari $31.1 juta, atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 522 miliar. Artinya ada kepercayaan besar dari komunitas dan investor awal.

Bitcoin Hyper - Layer 2

Hal ini membuktikan bahwa meskipun tergolong koin micin, namun Hyper memiliki misi yang jelas, yaitu membuat Bitcoin jadi lebih cepat dan murah, tanpa mengganggu keamanan intinya yang sudah teruji. Wajar saja prediksi harga Bitcoin Hyper cukup bikin calon investor penasaran.

Cara beli $HYPER sebenarnya cukup sederhana. Langkah pertama dan yang paling penting yaitu kunjungi laman resmi Bitcoin Hyper. Ini wajib agar Anda terhindar dari scam atau website palsu yang sekarang makin marak. Di situs resminya, Anda akan nemuin panduan jelas untuk menghubungkan dompet kripto, lalu bisa langsung beli token $HYPER pake stablecoin atau aset kripto lain yang didukung.

Harganya sekarang masih di tahap presale, yaitu $0.013655 untuk setiap token $HYPER. Sebelum memutuskan buat invest, jangan lupa gali informasi lebih dalam. Riset mandiri atau DYOR itu kunci. Bagaimana caranya? Selain baca whitepaper, coba ikuti akun X (Twitter) dan Telegram resmi proyeknya. Diskusi di komunitas itu sering kasih insight tentang perkembangan tim dan sentimen yang nggak keliatan di dokumen resmi.

Tokenomic Bitcoin Hyper

Terus, ingat selalu bahwa investasi di proyek presale itu punya risiko tinggi, seberapa pun menjanjikannya narasinya. Pastikan Anda paham betul roadmap, kemampuan tim inti, dan detail teknismya dengan berkunjung ke laman resmi proyek. Dengan pendekatan yang hati-hati dan informasinya lengkap, baru Anda bisa nilai sendiri, apakah token ini sejalan dengan strategi dan profil risiko Anda.

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

By sulastri

Sulastri adalah penulis konten crypto dan Web3 yang telah aktif sebagai investor sejak 2017. Berbekal pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap teknologi blockchain, ia membantu proyek-proyek kripto membangun narasi yang kuat, relevan, dan mudah dicerna. Gaya tulisannya memadukan riset teknis dengan sentuhan humanis, menjadikan topik kompleks terasa dekat dan engaging bagi semua kalangan dari pemula hingga pelaku industri Web3.