Prediksi Harga XRP: Potensi $4 Berkat ETF & Supply Squeeze

prediksi harga xrp

Model prediksi harga XRP kini tengah ditinjau ulang seiring penguatan token ini memasuki awal 2026. Di level $2,09, XRP sedang berkonsolidasi setelah reli 25% yang dipicu oleh aliran dana masuk ETF spot sebesar $1,3 miliar. Penurunan drastis stok di bursa hingga 57% menciptakan kelangkaan yang memperkuat fundamental aset ini.

Meski masih di bawah rekor tertingginya, para analis mulai memperdebatkan potensi target $4. Momentum institusional yang kuat menjadi harapan utama, walaupun tantangan struktural pasar mungkin saja menahan laju harganya di kisaran $2,50 dalam waktu dekat.

Arus Masuk ETF Mengubah Dinamika Pasar XRP

Salah satu pendorong utama di balik pergerakan XRP belakangan ini adalah derasnya aliran dana masuk ke instrumen ETF yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejak pertengahan November, tujuh ETF XRP spot di Amerika Serikat telah menyerap sekitar $1,3 miliar.

Menariknya, aset ini mencatatkan arus masuk positif selama 43 hari perdagangan berturut-turut tanpa ada outflow sama sekali—sebuah rekor yang bahkan melampaui performa Bitcoin maupun Ethereum pada periode yang sama.

Grafik Harga XRP - prediksi harga xrp

Volume besar ini secara otomatis menarik ratusan juta XRP dari peredaran, di mana para penerbit ETF kini menguasai hampir 793 juta XRP.

Jika rata-rata arus masuk bulanan tetap stabil di angka $483 juta seperti pada Desember lalu, proyeksi menunjukkan bahwa ETF dapat mengunci hingga 2,6 miliar XRP pada akhir tahun, atau sekitar 4% dari total pasokan.

Fenomena penyerapan dari sisi permintaan ini menjadi faktor krusial yang semakin diperhitungkan dalam berbagai model prediksi harga XRP untuk tahun 2026.

Supply Squeeze: Pasokan di Bursa Anjlok 57%

Data on-chain saat ini memperkuat argumen bullish bagi para pemegang aset. Sepanjang tahun 2025, pasokan XRP di berbagai bursa terjun bebas dari 4 miliar menjadi hanya sekitar 1,7 miliar XRP.

Penurunan sebesar 57% ini tercatat sebagai salah satu reduksi tahunan tertajam dalam sejarah, yang mengindikasikan bahwa investor ritel maupun institusi lebih memilih memindahkan aset mereka ke cold storage atau kustodian ETF.

Suplai XRP - prediksi harga xrp

Dengan hanya 60,67 miliar XRP yang aktif beredar dari total pasokan 100 miliar, ketersediaan aset untuk perdagangan harian menjadi semakin terbatas.

Para trader kini mewaspadai adanya efek feedback loop antara tingginya permintaan ETF dan menipisnya stok di bursa. Dinamika ini menjadi faktor krusial yang dapat memicu lonjakan harga secara organik tanpa harus bergantung sepenuhnya pada spekulasi ritel semata.

Struktur Teknis dan Narasi Institusional

Secara teknis, XRP berhasil menembus resistance kunci di angka $2,00 pada awal Januari, sempat menyentuh $2,40, dan kini berkonsolidasi di kisaran $2,09. Meskipun terjadi koreksi, pembahasan mengenai prediksi harga XRP tetap berfokus pada pergerakan institusional.

Analis kini membandingkan target ambisius $8 dari Standard Chartered—yang mengasumsikan aliran dana ETF sebesar $8 miliar pada akhir 2026—dengan model yang lebih konservatif di rata-rata $3,90.

Agar skenario bullish ini terwujud, XRP harus menjaga kecepatan aliran dana masuk sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset penyelesaian lintas batas. Kemitraan strategis seperti peluncuran RLUSD oleh Ripple di Jepang serta integrasi dengan sistem perbankan dipandang sebagai katalis jangka panjang.

Kendati demikian, besarnya pasokan yang belum terserap dan rendahnya biaya transaksi on-chain tetap menjadi batasan struktural bagi kenaikan harga.

Prediksi Harga XRP: Sinyal Regulasi dan Angin Segar Makro

Beberapa faktor makro dan regulasi turut memberikan pengaruh besar pada prediksi harga XRP ke depan:

  • Undang-Undang CLARITY Senat: Pada Januari 2026, regulasi ini diprediksi akan mengurangi hambatan kepatuhan bagi bank yang ingin berinteraksi dengan aset digital.
  • Kebijakan Federal Reserve: Sinyal dovish dari The Fed dapat memicu rotasi modal ke aset berisiko seperti XRP, terutama saat imbal hasil riil menyusut.
  • Dominasi Bitcoin (BTC.D): Secara historis, lonjakan harga XRP sering kali bertepatan dengan penurunan dominasi Bitcoin. Pola serupa tampaknya mulai muncul kembali saat ini.

Kombinasi faktor-faktor tersebut mendukung skenario di mana XRP diperdagangkan antara $2,50 hingga $3,50, dengan potensi lonjakan ke $4,00 pada periode risk-on, asalkan aliran dana ETF tetap stabil di atas $300 juta per bulan.

Dengan proyeksi kenaikan harga yang begitu menjanjikan, XRP menjadi salah satu altcoin terbaik untuk dibeli sebelum bull market yang sesungguhnya tiba.

Kesenjangan Performa dan Rotasi Sektor

Reli XRP pada Januari ini berhasil melampaui pertumbuhan Bitcoin (naik 6%) dan Ethereum (naik 10%), mencerminkan adanya momentum spesifik pada token ini alih-alih sekadar mengikuti tren pasar secara luas.

Para analis menilai hal ini terjadi karena perdagangan ETF XRP belum terlalu padat (less crowded), terutama setelah arus masuk XRP tetap stabil di kuartal keempat 2025 saat sebagian besar aset digital lainnya justru mengalami arus keluar (outflow).

Analis kripto ternama, Bird, menunjuk pada pola berulang di mana penurunan dominasi Bitcoin sering kali menjadi pemicu fase parabolik bagi altcoin. Ia memperkirakan kondisi saat ini bisa membawa XRP ke tahap pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan siklus 2018 dan 2021.

Grafik Harga Bitcoin - prediksi harga xrp

Meskipun belum menetapkan angka pasti, setup pasar kali ini dianggap sangat potensial untuk memperbarui prediksi harga XRP ke level yang jauh lebih tinggi jika tren dominasi Bitcoin terus melemah.

Bitcoin Hyper (HYPER): Solusi Layer-2 Bitcoin yang Tengah Mencuri Perhatian

Di tengah ramainya sentimen institusional yang memengaruhi prediksi harga XRP, perhatian pasar kini juga tertuju pada Bitcoin Hyper (HYPER). Sebagai jaringan Layer-2 yang memanfaatkan kecepatan Solana Virtual Machine (SVM), proyek ini menawarkan solusi skalabilitas bagi ekosistem Bitcoin agar lebih efisien dan ramah terhadap smart contracts.

Saat ini, Bitcoin Hyper sedang dalam tahap presale yang sangat sukses, dengan total dana yang terkumpul mencapai lebih dari $30 juta (sekitar Rp500 miliar). Perolehan tersebut membuat HYPER digadang-gadang sebagai crypto yang akan meledak berikutnya karena tingginya antusiasme selama periode ICO.

Bitcoin Hyper - prediksi harga XRP

Bagi para investor awal, harga presale yang ditawarkan masih berada di kisaran US$0,013555 per token. Selain harganya yang masih sangat murah, proyek ini juga menarik karena menawarkan program staking dengan imbalan mencapai 38% APY.

Dengan kombinasi keamanan dari jaringan utama Bitcoin dan kecepatan ala Solana, HYPER diproyeksikan menjadi salah satu pemain kunci dalam narasi aset kripto di tahun 2026 ini. Baca prediksi harga Bitcoin Hyper untuk mempelajari seberapa tinggi HYPER dapat meroket setelah peluncuran.

Bagi Anda yang tertarik dengan proyek ini, ikuti panduan cara beli Bitcoin Hyper untuk dapat membeli token ini dengan harga termurah di situs resminya.

 

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

By Alvaro Pradipta

Alvaro Pradipta adalah analis crypto dan penulis senior di CoinSpeaker Indonesia dengan spesialisasi pada Bitcoin, Ethereum, dan aset digital berkapitalisasi besar. Dengan latar belakang di bidang Teknologi Informasi, Alvaro memiliki kemampuan untuk membedah aspek teknis blockchain sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap harga dan adopsi. Sejak 2018, Alvaro aktif menulis ulasan pasar harian, analisis teknikal, dan liputan event crypto internasional. Gaya tulisannya memadukan analisis berbasis data dengan wawasan tren global, menjadikannya salah satu penulis yang banyak diikuti oleh pembaca setia CoinSpeaker Indonesia.