Arthur Hayes Mengatakan Musim Altcoin Telah Dimulai – Ini Kripto Terbaik untuk Dibeli Sekarang

musim altcoin

Arthur Hayes, pendiri BitMEX, menegaskan bahwa musim altcoin sebenarnya sudah berlangsung. Menurutnya, banyak trader terjebak pola pikir lama dan terus menunggu sinyal yang tak kunjung datang, padahal pergerakan pasar sudah mulai bergeser pada aset-aset tertentu.

Ia berpendapat bahwa siklus ini terjadi terus-menerus tanpa henti. Masalahnya, banyak investor gagal menyadarinya hanya karena mereka terlalu fokus pada koin yang salah dan mengabaikan aset baru yang justru sedang meroket di pasar saat ini.

Melepaskan Diri Dari Pola Lama: Mengapa Strategi Siklus Sebelumnya Tidak Lagi Relevan?

Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, memberikan teguran keras bagi para investor yang masih menanti datangnya musim altcoin dengan pola yang sama seperti tahun 2021.

Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada pasar yang stagnan, melainkan pada keengganan trader untuk beradaptasi dengan narasi baru. Banyak orang terjebak “menunggu giliran” pada koin-koin lama, sementara pemenang sesungguhnya di siklus ini sudah melesat jauh.

Hayes menyoroti bahwa setiap siklus memiliki protagonisnya sendiri. Sebagai contoh, ia menyebut Hyperliquid (HYPE) yang berhasil meroket dari kisaran harga USD 2 ke USD 60, serta kebangkitan fenomenal Solana (SOL) dari titik nadir USD 7 hingga mendekati USD 300.

Kenaikan eksponensial ini adalah bukti nyata bahwa reli besar sedang terjadi, namun hanya dinikmati oleh mereka yang berani keluar dari zona nyaman aset-aset “peninggalan” masa lalu.

Data dari berbagai sumber pasar menunjukkan adanya pergeseran likuiditas yang lebih selektif. Tidak semua aset akan naik bersamaan seperti dulu. Saat ini, fokus pasar lebih terfragmentasi ke sektor-sektor spesifik seperti Decentralized Derivatives dan ekosistem L1 yang memiliki utilitas riil.

Pesan Hayes cukup jelas: jika portofolio Anda tidak bergerak, mungkin Anda sedang memegang sejarah, bukan masa depan. Kunci bertahan di pasar kripto saat ini bukanlah kesetiaan pada koin lama, melainkan ketangkasan dalam membaca rotasi modal.

Perdebatan Panas: Apakah Kita Menunggu Musim Altcoin yang Salah?

Meskipun Arthur Hayes yakin bahwa reli besar sudah terjadi secara selektif, banyak pakar industri yang justru melihat arah sebaliknya. Muncul perdebatan sengit mengenai bagaimana modal akan mengalir di fase berikutnya.

Maen Fattouh, CEO CoinQuant, berpendapat bahwa likuiditas tidak akan lagi menyebar secara acak ke koin-koin kecil, melainkan terkonsentrasi pada aset kripto “mapan” yang memiliki potensi atau sudah mendapatkan persetujuan ETF.

Dalam pandangannya, musim altcoin masa depan akan didorong oleh institusi yang lebih memilih keamanan aset besar dibandingkan spekulasi murni.

musim altcoin index
Sumber: CoinMarketCap

Di sisi lain, pola rotasi modal tradisional—di mana keuntungan dari Bitcoin mengalir ke Ethereum lalu ke small-cap—masih menjadi pegangan bagi sebagian analis. Namun, data dari Bitfinex menunjukkan tantangan baru: reli altcoin yang luas mungkin akan tetap tertahan selama belum ada kejelasan regulasi terkait produk ETF di luar Bitcoin dan Ethereum.

Tanpa pintu masuk bagi dana institusional yang lebih luas, kenaikan harga mungkin hanya akan bersifat lokal dan tidak merata.

Kondisi pasar saat ini mencerminkan adanya fragmentasi. Beberapa analis berpendapat bahwa kriteria “musim” telah berubah dari kenaikan massal menjadi kenaikan berbasis fundamental dan narasi spesifik seperti Real World Assets (RWA) atau AI.

Apakah kita sedang berada di tengah musim yang baru, atau justru sedang menunggu pola lama yang mungkin tidak akan pernah kembali? Jawabannya sangat bergantung pada apakah Anda memandang pasar melalui lensa ritel tradisional atau adopsi institusional yang kian mendominasi.

Bitcoin Hyper: Salah Satu Opsi Terbaik untuk Menyambut Musim Altcoin Berikutnya

Narasi pasar kripto saat ini mulai bergeser dari sekadar menyimpan Bitcoin sebagai “emas digital” menjadi memaksimalkan utilitasnya melalui solusi Layer-2. Salah satu proyek yang sedang mencuri perhatian adalah Bitcoin Hyper (HYPER).

Proyek ini hadir dengan ambisi besar: membawa kecepatan transaksi setara Solana ke dalam ekosistem Bitcoin menggunakan teknologi Solana Virtual Machine (SVM). Langkah ini dianggap sebagai strategi krusial yang bisa memicu musim altcoin versi baru, di mana aset-aset yang memiliki keterkaitan langsung dengan infrastruktur Bitcoin justru menjadi primadona.

Kepercayaan investor terhadap Bitcoin Hyper tercermin jelas dari angka-angka yang mereka kumpulkan selama fase awal ini. Hingga akhir Desember 2025, presale Bitcoin Hyper telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari $29,6 juta atau hampir Rp500 miliar, sebuah pencapaian yang menandakan tingginya minat whale dan ritel terhadap solusi skalabilitas Bitcoin.

Bitcoin Hyper - musim altcoin

Saat ini, token $HYPER ditawarkan pada harga presale sekitar $0,013465, memberikan kesempatan bagi para investor awal untuk masuk sebelum token ini resmi melantai di exchange crypto terbaik yang direncanakan pada kuartal mendatang.

Daya tarik utama Bitcoin Hyper tidak hanya berhenti pada potensi kenaikan harga, tetapi juga pada ekosistem pasif yang ditawarkannya.

Bagi para pemegang token yang ingin memaksimalkan aset mereka selama menunggu peluncuran mainnet, platform ini menyediakan fitur staking dengan imbal hasil tahunan (APY) yang sangat kompetitif, yakni mencapai 39%.

Dengan lebih dari 1,3 miliar token yang sudah terkunci di dalam protokol, Bitcoin Hyper membuktikan bahwa komunitasnya tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga mendukung keberlanjutan infrastruktur DeFi di atas jaringan Bitcoin.

Di tengah spekulasi mengenai kapan rotasi modal ke altcoin akan terjadi secara masif, proyek seperti ini menawarkan narasi yang lebih kuat daripada sekadar koin meme tanpa utilitas.

Narasi yang kuat, utilitas menarik, dan imbalan staking tinggi berpotensi mendongkrak harga HYPER setelah resmi diluncurkan. Tidak mengherankan sejumlah analis kripto papan atas mengemukakan prediksi harga Bitcoin Hyper yang sangat optimis dengan potensi kenaikan antara 10x sampai 100x lipat.

Jelajahi langkah-langkah untuk berpartisipasi dalam presale HYPER dengan mengunjungi artikel kami tentang cara beli Bitcoin Hyper.

 

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

By Alvaro Pradipta

Alvaro Pradipta adalah analis crypto dan penulis senior di CoinSpeaker Indonesia dengan spesialisasi pada Bitcoin, Ethereum, dan aset digital berkapitalisasi besar. Dengan latar belakang di bidang Teknologi Informasi, Alvaro memiliki kemampuan untuk membedah aspek teknis blockchain sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap harga dan adopsi. Sejak 2018, Alvaro aktif menulis ulasan pasar harian, analisis teknikal, dan liputan event crypto internasional. Gaya tulisannya memadukan analisis berbasis data dengan wawasan tren global, menjadikannya salah satu penulis yang banyak diikuti oleh pembaca setia CoinSpeaker Indonesia.