Prediksi Harga Bitcoin: Pasar Menunggu Keputusan The Fed, BTC kembali Menguat ke $91K

Optimisme pasar kembali melonjak setelah Bitcoin ($BTC) berhasil merebut kembali level $91.000, didorong oleh pemulihan arus masuk ETF Spot Bitcoin sebesar $54,8 juta pada hari Jumat. Dengan probabilitas pemotongan suku bunga The Fed mencapai 87,2% minggu ini, ekspektasi pelonggaran kebijakan fiskal mendorong rebound kripto.

Para ahli kini memprediksi Bitcoin akan menguji $100.000, sementara perhatian investor juga tertuju pada platform infrastruktur Layer-2 seperti Bitcoin Hyper, yang telah mengumpulkan $29,1 juta (Rp485 miliar) dalam presale-nya dan berupaya merevolusi Bitcoin.

Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga The Fed dan Pemulihan Arus Masuk ETF

Optimisme pasar kripto kembali bangkit didorong ekspektasi kuat pemotongan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) minggu ini. Data klaim pengangguran AS yang turun tajam ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun memperkuat keyakinan ini, dengan CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas 87,2% untuk pemotongan 25 BPS.

Menurut CEO Amber Group, Michael Wu, perubahan ekspektasi suku bunga ini menyebar lebih cepat ke pasar kripto Asia dibandingkan kelas aset tradisional, berpotensi memicu rebound yang kuat. Secara historis, penurunan suku bunga The Fed cenderung menarik investor ke aset berisiko tinggi seperti kripto, yang menjadi katalis positif untuk prediksi harga Bitcoin ke depan.

Inflow Bitcoin spot - prediksi harga Bitcoin

Selain itu, ETF Spot Bitcoin juga kembali mencatat aliran dana masuk (inflow) positif sebesar $54,79 juta pada hari Jumat, membalikkan outflow besar yang terjadi sebelumnya.

Pemulihan ini didorong terutama oleh ARKB milik Ark & 21Shares dan FBTC Fidelity, meski BlackRock IBIT mencatat kerugian. Pembalikan tren di ETF menandakan pulihnya selera risiko institusional, yang sangat penting bagi momentum kenaikan harga Bitcoin selanjutnya.

Prediksi Harga Bitcoin: Potensi BTC untuk Menembus $100.000

Pasar dibuka dengan catatan positif, mendorong prediksi harga Bitcoin kembali ke jalur bullish setelah sempat merosot. Cryptocurrency terbaik itu berhasil pulih di atas $91.000 pada hari Senin, diperdagangkan di sekitar $91.500 dengan kenaikan 2% dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangannya juga mencapai $56,6 miliar, mencerminkan minat beli yang kembali kuat.

Secara teknikal, area resistance terdekat berada di $94.000, diikuti oleh kantong likuiditas sekitar $96.500. Analis meyakini bahwa jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas batas psikologis $95.000, target berikutnya—dan yang paling diincar—adalah level $100.000.

Analis kripto terkemuka, Michaël van de Poppe, memberikan pandangan yang lebih bernuansa. Ia memperkirakan adanya potensi penurunan harga sementara menuju $87.000 menjelang pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee).

Namun, Van de Poppe memprediksi penurunan ini akan diikuti oleh pemulihan cepat dan kelanjutan tren naik, berpotensi menembus $92.000 dan membidik $100.000 dalam beberapa minggu. Hal ini didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan peningkatan likuiditas.

Van de Poppe menekankan, “Menembus dan bertahan di atas $92K akan menjadi pemicu ideal untuk kelanjutan menuju $100K.”

Kegagalan menembus level ini, menurutnya, akan menjadi kasus bearish (penurunan) dan titik invalidasi kedua. Pemulihan ini didukung oleh sentimen makro yang positif, termasuk aliran dana masuk ETF Spot Bitcoin yang kembali pulih.

Bitcoin Hyper: Bintang Baru Infrastruktur Bitcoin, Presale Dekati $30 Juta

Seiring membaiknya prediksi harga Bitcoin pasca-pemulihan pasar, Bitcoin Hyper, sebuah proyek yang dibangun di atas lapisan dasar Bitcoin, muncul sebagai bintang yang menjanjikan. Proyek ini telah mengumpulkan lebih dari $29,1 juta (Rp485 miliar) dalam presale-nya, menjual lebih dari 635 juta token.

Tujuan utama Bitcoin Hyper adalah membangun jaringan Layer-2 yang akan membuka kapitalisasi BTC senilai $2 triliun untuk berbagai sektor seperti perdagangan koin meme, NFT, dan dApps lainnya.

Bitcoin Hyper - prediksi harga Bitcoin

Meskipun Bitcoin semakin diterima di dunia keuangan tradisional, keterbatasannya pada kecepatan transaksi menghambat adopsi massal. Bitcoin Hyper mengatasi masalah ini dengan membangun jaringan Layer-2 yang cepat, ditenagai oleh Solana Virtual Machine (SVM).

Alih-alih mengandalkan rantai utama Bitcoin di setiap langkah, Bitcoin Hyper memproses transaksi off-chain melalui SVM dan mengembalikan hasilnya ke Bitcoin melalui jembatan non kepemilikan (trustless bridge).

Hasilnya, pengguna dapat memindahkan nilai dengan kecepatan hampir instan dan biaya yang sangat rendah tanpa membebani jaringan Bitcoin.

Hal-hal yang mendorong momentum Bitcoin Hyper:

  • Merevolusi basis modal Bitcoin yang bernilai $2 triliun.
  • Imbalan staking tahunan 40% bagi investor ICO.
  • Telah diaudit dan menduduki peringkat #1 oleh Coinsult dan Spywolf (sebuah klaim yang menegaskan keamanan).
  • Tersedia hanya seharga $0.013395 dalam presale yang sedang berlangsung.

Permintaan institusional terhadap Bitcoin dan inovasi Bitcoin Hyper adalah dua sisi dari cerita pasar yang sama. Di satu sisi, Bitcoin tetaplah kripto paling aman dan terbesar; di sisi lain, Bitcoin Hyper hadir sebagai permata kripto berkapitalisasi rendah yang membangun infrastruktur penting untuk utilitas nyata Bitcoin. Hal ini menjadikannya salah satu crypto yang menjanjikan di tahun ini.

Temukan prediksi harga Bitcoin Hyper untuk lima tahun ke depan guna melengkapi referensi Anda. Baca cara beli Bitcoin Hyper agar Anda dapat berpartisipasi dalam presale HYPER dan melakukan pembelian token dengan aman.

 

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

By Alvaro Pradipta

Alvaro Pradipta adalah analis crypto dan penulis senior di CoinSpeaker Indonesia dengan spesialisasi pada Bitcoin, Ethereum, dan aset digital berkapitalisasi besar. Dengan latar belakang di bidang Teknologi Informasi, Alvaro memiliki kemampuan untuk membedah aspek teknis blockchain sekaligus menjelaskan implikasinya terhadap harga dan adopsi. Sejak 2018, Alvaro aktif menulis ulasan pasar harian, analisis teknikal, dan liputan event crypto internasional. Gaya tulisannya memadukan analisis berbasis data dengan wawasan tren global, menjadikannya salah satu penulis yang banyak diikuti oleh pembaca setia CoinSpeaker Indonesia.