Cash App akan menambahkan fitur kirim/terima stablecoin menggunakan Solana pada tahun 2026 mendatang. Langkah ini mendorong pembayaran dolar dengan cepat dan berbiaya rendah ke arus utama. Pengalaman pengguna stablecoin skala besar mengalihkan fokus ke dompet yang fungsional, menyederhanakan pertukaran lintas rantai seperti Best Wallet dengan token utilitasnya, Best Wallet Token (BEST).
Narasi utilitas Best Wallet Token sangat relevan dengan lanskap pembayaran baru. Dompet ini bersifat multi-chain dan non-custodial. Mereka juga memiliki integrasi DEX dan roadmap untuk kartu debit kripto. Presale BEST telah mengumpulkan lebih dari $17 juta atau sekitar Rp284 miliar, menegaskan tingginya minat investor terhadap proyek ini.
Cash App dan Solana Ubah Lanskap Pembayaran Kripto
Jack Dorsey, melalui aplikasi pembayarannya yang populer, Cash App, baru saja mengambil langkah besar untuk membawa pembayaran kripto ke masyarakat luas. Mereka mengumumkan rencana untuk memungkinkan penggunanya mengirim dan menerima stablecoin, sebuah mata uang kripto yang dipatok ke mata uang konvensional seperti Dolar AS. Peluncuran fitur baru ini ditargetkan akan terjadi pada tahun 2026 mendatang.
Keputusan ini menarik perhatian karena Cash App akan memanfaatkan jaringan Solana untuk fitur stablecoin tersebut, bukan jaringan dasar Bitcoin (BTC).
Pemilihan Solana didasari oleh faktor kecepatan dan efisiensi biaya yang sangat dibutuhkan untuk transaksi sehari-hari dan pengiriman uang (remittance). Kombinasi stablecoin yang stabil, cepat, dan murah memang sangat ideal untuk pembayaran sehari-hari.
BREAKING: @CashApp, with 57 million monthly users, to enable USDC payments in early 2026.
And it’s powered by Solana 🔥
— Solana (@solana) November 13, 2025
Langkah ini sejalan dengan strategi Cash App yang lebih luas. Saat ini mereka sudah mendukung Lightning Network (jaringan super cepat di atas Bitcoin) untuk pembayaran, dan selanjutnya adalah stablecoin.
Pesan yang disampaikan sangat jelas. Bitcoin tetap sebagai ‘uang’ (penyimpanan nilai jangka panjang), sedangkan stablecoin yang super cepat digunakan untuk pengeluaran sehari-hari dalam denominasi dolar.
Ini adalah bentuk cetak biru yang bisa diikuti oleh platform lain, dan secara otomatis menempatkan pengalaman pengguna (UI/UX) stablecoin di hadapan puluhan juta pengguna di Amerika Serikat.
Best Wallet Siap Menghadapi Era Baru Pembayaran Kripto
Ekosistem Best Wallet hadir sebagai solusi dompet digital yang praktis dan berfokus pada pengguna ponsel. Dompet ini menawarkan tiga pilar utama: dompet non-custodial, aggregator DEX, dan BEST Card yang akan mendukung kebutuhan belanja sehari-hari.
Semua fitur tersebut diikat oleh token utilitas, Best Wallet Token (BEST). Token ini memberikan sejumlah manfaat, seperti potongan biaya di dalam aplikasi, hak untuk berpartisipasi dalam tata kelola, dan akses langsung ke fitur Upcoming Tokens—sebuah portal untuk berpartisipasi dalam presale tanpa risiko pihak ketiga yang tidak perlu.
Singkatnya, Best Wallet adalah pusat kendali self-custody yang dirancang sesuai kebutuhan nyata pengguna.

Ketika semakin banyak orang mulai mengenal stablecoin melalui aplikasi finansial yang sudah mereka kenal, misalnya Cash App, mereka pasti akan mencari kontrol yang lebih dalam dan biaya lebih rendah melalui dompet self-custody. Di sinilah Best Wallet berperan.
Fitur aggregator presale dan pertukaran lintas rantai di Best Wallet menjawab langkah berikutnya bagi pengguna: membeli aset baru secara langsung, memindahkannya dengan murah, dan memanfaatkannya ke berbagai peluang investasi—semuanya bisa dilakukan tanpa harus keluar dari aplikasi wallet crypto ini.
Utilitas Best Wallet Token (BEST) sangat jelas. Berdasarkan whitepaper proyek, token ini menawarkan staking dinamis yang dibayarkan dari alokasi hadiah khusus, serta arsitektur kontrak pintar di atas Ethereum untuk keamanan.
Kombinasi kredibilitas Ethereum (SVM) dengan jangkauan multi-rantai ini sangat cocok untuk dunia di mana dolar bergerak cepat di Solana, sementara nilai aset lain terkumpul di berbagai jaringan blockchain. Dompet menjadi jembatan penghubung, dan $BEST adalah kuncinya.
Presale Best Wallet Token (BEST) Tembus $17 Juta, Kesempatan Terakhir untuk Bergabung
Kesuksesan sebuah presale sangat bergantung pada nilai yang jelas, dan token $BEST membuktikannya. Kemarin, presale Best Wallet Token (BEST) berhasil melampaui perolehan dana sebesar $17 juta atau sekitar Rp284 miliar, menjadi salah satu coin crypto terbaru yang paling mencuri perhatian di 2026.
Mengingat periode presale yang hampir berakhir, saat ini harga $BEST dipatok di $0,025945 per token. Daya tarik utamanya adalah fitur staking yang saat ini memiliki tingkat imbal hasil sebesar 77% APY.

Namun, nilai imbalan tersebut akan menurun secara dinamis seiring bertambahnya jumlah peserta staking. Struktur ini dirancang agar insentif tetap sejalan: menarik lebih banyak pengguna, menjaga biaya tetap masuk akal, dan membiarkan APY menormalisasi seiring pertumbuhan total aset terkunci (TVL).
Prospek harga masa depan $BEST juga menjanjikan, menjadi salah satu crypto yang akan meledak. Itulah yang menyebabkan investor berbondong-bondong untuk bergabung dalam presale yang hanya tersisa sekitar 14 hari.
Dengan harga masuk hanya $0,025945, banyak prediksi harga Best Wallet Token menempatkan target harga di $0,05106175 pada akhir tahun 2026. Angka tersebut menyiratkan potensi keuntungan (ROI) hingga 96,8% dalam rentang tahun setahun ke depan.
Pendorong utama kenaikan nilai ini adalah implementasi rencana kerja (roadmap) Best Wallet: memperluas dukungan blockchain, meningkatkan kedalaman DEX, meluncurkan BEST Card, dan menambah lebih banyak penawaran presale terkurasi di aplikasinya.
Ikuti panduan lengkap untuk membeli $BEST di situs resminya dengan aman yang telah disiapkan dalam artikel cara beli Best Wallet Token.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
