Kerugian yang terjadi pada Oktober membuat prediksi harga Bitcoin di bulan November disorot oleh banyak investor. Di tengah kondisi pasar yang tidak stabil ini, apakah membeli Bitcoin menjadi keputusan terbaik?
Sementara itu, para investor telah mengalihkan modal mereka ke sejumlah altcoin. Salah satunya adalah Bitcoin Hyper (HYPER), token utilitas untuk ekosistem layer-2 Bitcoin yang saat ini masih dalam masa presale.
Oktober Catat Kerugian Pertama Kali Sejak 2018
Bitcoin mencatatkan penurunan cukup tajam di bulan Oktober. Ini menjadi kali pertama BTC turun di bulan Oktober sejak 2018. Cryptocurrency terbaik dari segi kapitalisasi pasar itu memutus tren kenaikan selama tujuh tahun dengan penurunan hampir 4%.
Investor kripto menjuluki Oktober sebagai ‘Uptober’ dan hal itu terjadi bukan tanpa alasan. Secara historis bulan tersebut merupakan salan satu periode terkuat dalam rentang waktu setahun bagi Bitcoin, dengan kenaikan rata-rata 20%.

Namun, ketidakpastian makroekonomi, tarif dagang, dan kekhawatiran tentang likuiditas telah mengurangi selera risiko investor, melemahkan pasar kripto secara keseluruhan.
Meskipun BTC mengakhiri tren kenaikan panjangnya, ETF Bitcoin spot terus mencatatkan kenaikan sejak September. Di sepanjang bulan Oktober, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar $3,16 miliar. Statistik tersebut mencerminkan minat institusional yang meningkat terhadap kripto, khususnya Bitcoin.
Lonjakan minat ini telah memperkuat permintaan akan infrastruktur Bitcoin yang lebih efisien dan pengembangan ekosistem yang lebih luas.
Bitcoin Hyper, platform layer-2 pertama di Bitcoin, sedang dikembangkan untuk mengatasi dua masalah terbesar Bitcoin, yaitu kecepatan lambat dan biaya tinggi. Proyek ini bertujuan untuk mendefinisikan ulang utilitas modal Bitcoin senilai $2,2 triliun melalui teknologi canggih dan infrastruktur unik.
Dengan lebih dari $25,6 juta yang telah terkumpul dalam presale, Bitcoin Hyper memimpin perlombaan untuk menjadi altcoin terbaik tahun ini.
Bitcoin Merugi di Oktober, Apa yang akan Terjadi di November?
Setelah mencatat kerugian di Oktober untuk pertama kalinya sejak 2018, Bitcoin diperdagangkan di bawah $110.000 yang menunjukkan dominasi bearish.
Raksasa kripto ini turun 12,1% dalam sebulan terakhir, tetapi masih mencatatkan pertumbuhan 20% YTD, menunjukkan ketahanan di tengah kondisi makroekonomi yang tidak menentu.

Pasar memasuki November dengan nada bearish, namun secara historis, November merupakan salah satu bulan terkuat lainnya bagi Bitcoin dengan rata-rata kenaikan 42%. Data pasar menunjukkan bahwa kinerja November sering memicu reli lebih luas, dengan tahun-tahun menonjol seperti 2017, 2020, dan 2024 yang menghasilkan pengembalian dua digit.
ETF Bitcoin spot telah memperkuat momentum bullish pasar. Di sepanjang Oktober tercatat ada arus masuk sebesar $3,16 miliar, menandai rebound yang kuat setelah arus keluar pada pertengahan bulan.
Perubahan tajam ini menyoroti minat institusional yang semakin tinggi terhadap Bitcoin, didorong oleh pelonggaran tekanan inflasi dan optimisme terhadap potensi pemotongan suku bunga.
Prediksi Harga Bitcoin: Dukungan Kritis Beraksi
Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan, dan kali ini menunjukkan tren bearish setelah crash pasar kripto pada pertengahan Oktober. Kini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $107.503 atau setara Rp1,79 miliar (kurs 1 USD = Rp16.680), turun hampir 7% dalam seminggu terakhir.
Apabila kita menganalisis pergerakannya, harga BTC saat ini berada sedikit di atas level dukungan kritis $107.000. Level dukungan semacam ini seringkali memainkan peran penting dalam menentukan pergerakan harga berikutnya.

Penembusan bearish dari level dukungan ini dapat mendorong harga menuju level dukungan utama berikutnya, di sekitar $100.000. Namun, penembusan bullish menunjukkan bahwa BTC berpotensi memulai kenaikan menuju $120.000.
Bitcoin Hyper Mencuri Momentum Saat Investor Mencari Koin Potensial Berikutnya
Ketika topik tentang prediksi harga Bitcoin menjadi sesuatu yang sangat dicari oleh investor kripto, Bitcoin Hyper secara diam-diam melakukan presale untuk token utilitasnya, $HYPER.
Dalam waktu yang relatif singkat, presale Bitcoin Hyper telah mengumpulkan lebih dari $25,6 juta. Ini menunjukkan bahwa investor mulai mengalihkan modal mereka untuk koin micin potensial seperti $HYPER.
Bitcoin Hyper adalah solusi layer-2 Bitcoin pertama di dunia yang dibangun di atas jaringan Bitcoin dan terintegrasi dengan Solana Virtual Machine (SVM). Proyek ini dibangun dengan tujuan untuk mengelola likuiditas Bitcoin yang saat ini telah mencapai $2,2 triliun.

Mengapa Bitcoin Hyper menarik perhatian para investor? Sudah sejak lama Bitcoin dianggap hanya sebagai alat penyimpanan nilai karena kecepatan jaringannya yang lambat dan biaya transaksi tinggi.
Dua kelemahan tersebut membatasi Bitcoin untuk bersaing dengan blockchain yang lebih modern, seperti Ethereum dan Solana, sekaligus membuatnya tidak kompatibel untuk dApps, DeFi, dan bahkan transaksi sehari-hari.
Di sisi lain, Ethereum dan Solana mengalami perkembangan pesat dari tahun ke tahun, memperluas ekosistem mereka untuk mencakup koin meme, NFT, dan aplikasi DeFi lainnya.
Bitcoin Hyper memadukan keamanan kuat yang dimiliki Bitcoin dengan kecepatan Solana melalui integrasi Solana Virtual Machine (SVM). Perpaduan tersebut memungkinkan Bitcoin untuk memproses ribuan transaksi per detik, dari sebelumnya hanya sekitar tujuh transaksi per detik, dan menjalankan kontrak pintar, mengubahnya dari sistem pembayaran sederhana menjadi blockchain yang serbaguna.
Alasan untuk Membeli Bitcoin Hyper
Investor kripto saat ini lebih mengutamakan utilitas nyata, bukan hype semata. Proyek-proyek dengan kasus penggunaan nyata dan menyelesaikan masalah di dunia nyata lebih cenderung dapat bertahan lebih lama, dan bahkan terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun.

Kepercayaan investor terhadap Bitcoin Hyper terlihat dari perolehan presale mereka yang begitu besar. Solusi yang ditawarkan proyek ini dapat menjadi jawaban bagi Bitcoin untuk menghadapi adopsi kripto yang semakin meluas di masa depan.
Berikut ini beberapa hal yang mendasari investor bergabung dalam Bitcoin Hyper (HYPER):
- Presale telah berhasil mengumpulkan lebih dari $25,6 juta dan 600 juta $HYPER telah terjual.
- Imbalan staking 46% APY untuk investor presale.
- Peluang pasar besar dengan Bitcoin yang sejauh ini masih mendominasi pasar kripto.
- Harga token undervalued — hanya $0,013215 pada tahap presale kali ini.
Guna memperkuat referensi Anda sebelum memutuskan bergabung dalam proyek ini, baca artikel kami tentang prediksi harga Bitcoin Hyper untuk memahami potensi jangka panjangnya.
Anda juga dapat membaca panduan lengkap cara beli Bitcoin Hyper apabila belum pernah berpartisipasi dalam presale kripto.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi ICOBench Indonesia. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. ICOBench Indonesia tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.
